Staf Ahli Jaksa Agung Jadi Inisiator Pembangunan Masjid Baitul Adli Kejati Sulsel

Leonard Eben Ezer Simanjuntak meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Adli Kejati Sulsel.

Setelah melaksanakan Seminar Budaya Unggul dari Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak selaku Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama Internasional melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan baru/renovasi Masjid Baitul Adli Kejati Sulsel.

Adapun yang hadir saat peletakan batu yakni Senior Vice President Gedung PT. PP (persero) Tbk, Andek Prabowo beserta rombongan, Ranu Mihardja selaku sepuh Kejaksaan RI, Ketua MUI Sulsel, Najamuddin Abduh Safa, Wakil Kapolda Sulsel, Ch Pattopoi, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Frizka Leonard Simanjuntak bersama jajaran dan Wakil Kajati Sulsel, Zet Tadung Allo.

Andek Prabowo mengatakan bahwa hari ini Masjid Baitul Adli Kejati Sulsel akan mulai dibangun oleh PT. PP sebagai Masjid kebanggaan Sulawesi Selatan. Selain itu ia juga mengapresiasi Leonard Simanjuntak sebagai inisiator pembangunan masjid.

Sementara itu, dalam proses pembangunannya tidak hanya memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga memperhatikan aspek arsitektur, aspek seni, aspek estetika dan yang tak kalah penting tetap mempertahankan kaidah-kaidah cagar budaya bagunan masjid.

“Pembangunan baru Masjid Baitul Adli Kejati Sulsel ini sudah mendapatkan persetujuan Jaksa Agung,” ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Perlu dilakukan renovasi sebab bangunan masjid yang lama hanya mampu menampung 70 orang Jamaah sedangkan jumlah pegawai hampir 300 orang belum lagi Jemaah yang berasal dari sekitar kantor yang rutin ikut shalat berjamaah.

Selain itu sanitasi yang buruk saat ini dimana kondisi jalan lebih tinggi dibanding masjid sehingga apabila musim hujan menyebabkan sebagian bangunan masjid tergenang.

Sudah saatnya masjid ini direnovasi untuk diperbesar, idenya dari saya,” ungkap Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Namun yang menggambar arsiteknya adalah insinyur orang asli Sulawesi Selatan dimana desain rancangannya seperti menyerupai kapal phinisi dan memadukan 4 unsur suku besar yang menduduki pulau Sulawesi Selatan yaitu Suku Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar.

Alhamdulillah di bulan Ramadhan tahun 2024 ini, kata Leo ada keberkahan, doa dan iktiar kita semua terjawab dengan adanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. PP (Persero) Tbk.

Leonard memulai Groundbreaking Renovasi Pembangunan Masjid Baitul adli Kejati Sulsel dengan meletakkan batu yang berasal dari 24 Kabupaten/Kota di sulawesi Selatan yang telah dibawa para Kajari di wilayah tugasnya masing-masing ditambah 1 batu yang diambil dari makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Kabupaten Gowa.

“Hal ini merupakan kebhinekaan kita melambangkan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun Masjid Baitul Adli ini, semoga cepat selesai dan bermamfaat kepada ummat dan Masyarakat Sulawesi Selatan,”Tutup Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (*)

Kreasi Tanpa Sekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Mungkin Anda Sukai
Dugaan Korupsi Bibit Nanas, Eks Kabid Holtikultura Sulsel Turut Ditahan 

Dugaan Korupsi Bibit Nanas, Eks Kabid Holtikultura Sulsel Turut Ditahan 

Kejati Sulsel Dalami Peran DPRD dalam Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 M

Kejati Sulsel Dalami Peran DPRD dalam Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 M

Kejati Sulsel Tahan Eks Pj Gubernur dan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Bibit Nanas

Kejati Sulsel Tahan Eks Pj Gubernur dan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Bibit Nanas

error: Special Content !