Connect with us

Hukum & Kriminal

DPO Korupsi Alkes RSUD Daya Makassar Ditangkap

Published

on

Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung, telah berhasil mengamankan “BURONAN” asal Sulawesi Selatan yaitu seorang perempuan yang bernama dr. Hj. ST SAENAB NB, M.Kes (mantan Direktur RSUD Kota Makassar).

Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung menangkap salah satu buronan asal Sulawesi Selatan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2018 lalu.

Kabar penangkapan Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya kota Makassar, dr. Hj. St. Saenab NB, M. Kes, dibenarkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Ditangkap di Jalan Flamboyan 12B, Cipete Utara, Jakarta Selatan pada tanggal 18 Januari 2023, sekitar jam 17.45 Wib,”kata Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi, Jumat (20/1/2023).

Dijelaskan Soetarmi, bahwa dr. Hj. St. Saenab NB, merupakan terpidana dalam kasus Tindak Pidana Korupsi proyek pengadaan alat Kesehatan (alkes) pada RSUD Daya kota Makassar tahun 2012 dengan total anggaran senilai Rp. 3.900.000.000.00.

Ia dinyatakan buron oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sejak Putusan Mahkamah Agung Nomor 1673 K/Pid.Sus/2018 menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 9 bulan dan pidana denda sebesar Rp100.000.000 subsidiair 3 bulan kurungan kepada terpidana.

“Diperkirakan Terpidana sudah 5 tahun menjadi buronan,”beber Soetarmi.

Putusan itu menyatakan bahwa Terpidana, dr. Hj. St. Saenab NB, M. Kes terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Akibat perbuatan korupsi yang dilakukan oleh terpidana telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 893.119.160.00, “jelas Soetarmi.

Soetarmi menerangkan bahwa mantan Direktur RSUD Daya kota Makassar diamankan karena ketika dipanggil untuk menjalani putusan, Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut.

“Oleh karena itu Terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),”terang Soetarmi.

Kendati demikian setelah berhasil diamankan, Terpidana dr. Hj. ST SAENAB NB, M.Kes dibawa oleh Tim Tabur menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk dititipkan.

“Dititipkan sementara sambil menunggu kedatangan Tim Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri Makassar guna proses eksekusi,”tandas Soetarmi. (Thamrin/Eka)