Menu

Mode Gelap
KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M

Hukum & Kriminal · 27 Jun 2022 15:15 WITA

Tantangan ACC Sulawesi ke Pejabat Baru Dirkrimsus Polda Sulsel


 Rilis ACC Sulawesi di akhir tahun 2021. Perbesar

Rilis ACC Sulawesi di akhir tahun 2021.

Berdasarkan surat telegram Kapolri bernomor ST/1214-1216/VI/KEP/2022 tertanggal 20 Juni 2022, jabatan Dir Reskrimsus Polda Sulsel yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Widoni Fedri, kini akan dijalankan oleh perwira menengah (pamen) yang sebelumnya bertugas sebagai Direktur Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana membenarkan pergantian jabatan Dir Reskrimsus Polda Sulsel tersebut.

“Iya, 2 orang pejabat utama di Polda Sulsel dan 7 orang di Polres,” ucap Komang.

Menanggapi adanya pergantian pejabat Dir Reskrimsus Polda Sulsel tersebut, Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi), Kadir Wokanubun mengaku hanya berharap agar seluruh kasus korupsi yang mangkrak dapat dituntaskan.

“Tentu diharapkan kepada Dir Reskrimsus yang baru punya komitmen untuk menuntaskan penanganan kasus-kasus korupsi yang mangkrak,” kata Kadir, Senin (27/6/2022).

Diantaranya sebut dia, kasus dugaan korupsi penyaluran bansos Covid-19 di Kota Makassar tahun anggaran 2020/2021, dugaan korupsi penyaluran bantuan pangan non-tunai (BNPT) Kemensos di Sulsel, dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak (RSKDIA) Fatimah Provinsi Sulsel tahun anggaran 2016 serta kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel yang mana ada tiga kasus masing-masing dugaan korupsi pengadaan traffic light, dugaan gratifikasi pada kegiataan mutasi kendaraan pelat hitam menjadi pelat kuning dan dugaan korupsi pada kegiatan pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) mamminasata.

Baca Juga :  Pengusaha Pupuk Ilegal Berbahan Batu Kapur Di Maros Masih Bebas Berkeliaran

“Belum lagi kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah, cabe dan cultivator di Kabupaten Enrekang dan dugaan korupsi pengadaan seragam olahraga di Kabupaten Tana Toraja serta masih banyak lagi yang masuk dalam data kami sebagai kasus-kasus mangkrak,” sebut Kadir.

Ia berharap ditangan Helmi Kwarta Kusuma Putra nantinya, seluruh kasus korupsi yang mangkrak peninggalan Widoni tersebut bisa segera rampung dan segera masuk ke Pengadilan Tipikor.

“Komitmen itu yang kami harapkan dari pejabat Dir Reskrimsus yang baru ini. Bagaimana semua kasus korupsi yang mangkrak bisa tuntas dan segera masuk persidangan,” ujar Kadir.

Rilis ACC Sulawesi Tahun 2021

Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) menilai kinerja aparat penegak hukum dalam penindakan kasus korupsi di Sulsel sepanjang tahun 2021 masih sangat rendah.

Baca Juga :  Perjuangan Anak Lumpuh Layu Kejar Warisan Kakeknya Hingga ke Pengadilan

Dalam catatan lembaga binaan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad itu, banyak kasus korupsi yang hanya semangat di awal namun penanganannya tidak jelas dan akhirnya mandek.

Tak hanya itu, aparat penegak hukum dinilainya juga tidak berlaku transparan kepada publik dalam proses penegakan hukum sebagaimana berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun mengatakan, terdapat puluhan kasus korupsi yang ditangani berjalan mandek. Baik oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) maupun polres se-Sulsel.

Dari data yang dirangkum oleh ACC Sulawesi, kata Kadir, di Polda Sulsel tercatat ada 19 kasus korupsi yang ditangani mandek di tahap penyelidikan dan 12 kasus korupsi lainnya mandek di tahap penyidikan.

Baca Juga :  Masa Toleransi Berakhir, Apa Kabar Kasus 'Mark Up' Dispora Makassar

Sementara penanganan kasus korupsi yang ditangani oleh jajaran polres se-Sulsel, tercatat 20 kasus mandek di tahap penyelidikan dan 13 kasus mandek di tahap penyidikan.

“Total kasus korupsi mandek yang ditangani sepanjang tahun 2021 baik oleh Polda Sulsel dan jajaran polresnya itu totalnya 64 kasus,” ucap Kadir dalam konferensi pers catatan akhir tahun 2021 yang digelar di Kantor ACC Sulawesi di Jalan AP. Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Rabu 29 Desember 2021. (Eka)

Artikel ini telah dibaca 111 kali

Baca Lainnya

Kasus Penembakan Brigadir J, Begini Peran Irjen Pol Ferdy Sambo

10 Agustus 2022 - 23:53 WITA

1,87 Gram Diduga Sabu Diamankan Polda Sulsel

9 Agustus 2022 - 14:19 WITA

ACC Desak APH Usut Bau Korupsi Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng

9 Agustus 2022 - 14:15 WITA

Polisi Serahkan Tersangka dan BB Tipikor Alkes RS Fatimah Sulsel ke Jaksa

9 Agustus 2022 - 11:33 WITA

Perempuan Korban Kekerasan di Kabupaten Wajo Sambangi Polres dan UPTD PPA

2 Agustus 2022 - 17:32 WITA

Mantan Bupati Tanah Bumbu Dua Periode Resmi Pakai Rompi Orange

29 Juli 2022 - 16:19 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com