Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Hukum & Kriminal · 26 Apr 2022 04:23 WITA

DPC Peradi Makassar Polisikan Pengacara Kondang Ibu Kota Ini


 DPC Peradi Makassar Polisikan Pengacara Kondang Ibu Kota Ini Perbesar

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Advokad Indonesia (Peradi) Kota Makassar resmi melaporkan seorang pengacara kondang di Indonesia, inisial HPH ke Unit Cyber Direktorat Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Senin 25 April 2022.

Pelaporan DPC Peradi Kota Makassar tersebut terkait dengan adanya video berdurasi 1 menit 57 detik di beberapa media yang mana menyatakan “Advokad dibawah pimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan” tidak sah dikarenakan permohonan kasasi nomor : 997.K/Pdt/2022 ditolak di Mahkamah Agung (MA).

Ketua Dewan Kehormatan DPC Peradi Kota Makassar, Tadjuddin Rahman mengatakan video yang beredar tersebut dinilai sangat merugikan seluruh pengurus dan anggota Peradi Makassar di bawah kepimpinan Otto Hasibuan.

“Selaku Ketua Dewan Kehormatan dan Anggota Peradi tentu sangat dirugikan dengan peryataan yang dikeluarkan oleh inisial HPH di beberapa media sosial yang mana menyebutkan kartu yang dikeluarkan oleh Peradi Pimpinan Otto Hasibuan itu tidak berlaku di pengadilan,” ucap Tajuddin dalam konferensi persnya di Kantornya yang berlokasi di Kompeks AkiK Hijau.

Baca Juga :  Polda Sulsel Siap Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp 10 M di Takalar

Menurut dia, Otto Hasibuan yang menjabat Ketua DPN Peradi pada saat ini bukan berdasarkan Surat Keputusan DPN No:104/Peradi/ DPN/IX/2019 melainkan berdasarkan hasil munas Peradi tahun 2020 yang digelar di Hotel Pulman Bogor.

“Hasil munas Peradi 2020 tidak masuk dalam objek Sengketa a quo, sehingga statement yang dikeluarkan oleh inisial HPH ini menimbulkan keonaran di kalangan rakyat in casu adalah Advokad dan mencemarkan nama baik Advokad,” tutur Tajuddin.

Ia mengatakan, Mahkamah Agung RI telah mengeluarkan peryataan resmi melalui Wakil Ketua Bidang Yudisial yang mana menyebutkan Advokad versi Otto Hasibuan tetap sah dan dapat menjalankan profesi seperti biasanya.

“Mahkamah Agung pun menyatakan Peradi versi Otto Hasibuan adalah sah,” jelas Tajuddin.

Baca Juga :  Dinas Damkar Geram Ada Oknum Catut Nama Institusi Tipu Warga

Olehnya itu, pihaknya pun bersama dengan pengurus dan anggota DPC Peradi Kota Makassar melaporkan pengacara kondang inisial HPH tersebut ke Polda Sulsel terkait dugaan pencemaran nama baik.

“Tadi para pengurus telah melaporkan dia ke Cyber Polda Sulsel dan telah ditanggapi langsung oleh Dir Krimsus Polda sulsel dan berjanji akan menindak laporan tersebut,” terang Tajuddin.

Ia menyebutkan dugaan tindak pidana yang dilakukan HPH, diduga melanggar pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto pasal 27 juncto pasal 45 UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Kita melaporkan tadi terkait ITE, nantinya ketika ini terbukti kita akan gugat perdata dia (HPH),” Tajuddin menandaskan. (Eka)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

Reka Ulang Pembunuhan Petugas Dishub Makassar

19 Mei 2022 - 23:58 WITA

Buron Korupsi Pengadaan Perangkat Komputer di Torut Dibekuk

18 Mei 2022 - 14:30 WITA

Korupsi Bansos Covid dan BPNT, Djusman: Baiknya Tahan Tersangka

17 Mei 2022 - 18:59 WITA

Polres Gowa Tangkap 6 Pelaku Perang Kelompok

17 Mei 2022 - 09:05 WITA

Menelisik Peranan Panitia 9 di Kasus Korupsi Bandara Mengkendek

12 Mei 2022 - 13:12 WITA

Tersangka Dugaan Penganiayaan Praperadilankan Polsek Rappocini 

11 Mei 2022 - 22:13 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com