Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Hukum & Kriminal · 16 Apr 2022 23:05 WITA

Kasatpol PP Makassar Tersangka Otak Penembakan Najamuddin Sewang


 Kasatpol PP Makassar Tersangka Otak Penembakan Najamuddin Sewang Perbesar

Setelah melakukan penyidikan secara maraton, Satreskrim Polrestabes Makassar yang diback up oleh Polda Sulsel akhirnya berhasil mengungkap para pelaku dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap oknum pegawai lingkup Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Najamuddin Sewang.

Oknum pegawai Dishub Makassar itu ditemukan tewas ditembak saat melintas di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Minggu 3 April 2022.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Hariyanto mengatakan, dari hasil penyidikan, pihaknya menetapkan empat orang tersangka masing-masing inisial S, MIA, KKM dan A. Di mana keempat tersangka tersebut ada yang berperan sebagai eksekutor, penggambar serta otak pelaku.

“MIA (Kasatpol PP Makassar) ini sebagai otak pelaku. Motifnya diduga cinta segitiga,” kata Budi saat memberikan keterangan pers pengungkapan kasus tersebut di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (16/4/2022).

Baca Juga :  Korupsi Kapal Latih, PPK Pokja dan Penyedia Barang Jadi Tersangka. TP4D?

Mengenai perolehan senjata api yang digunakan oleh pelaku (eksekutor) menembak korbannya, Budi mengatakan, hal itu masih dalam proses uji balistik.

“Barang bukti yang kita amankan itu ada senpi yang diduga digunakan saat kejadian dan sementara masih proses uji balistik benar atau tidak senpi yang dimaksud serta sebuah motor yang digunakan di lokasi oleh pelaku,” ungkap Budi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan sangkaan pidana dugaan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP.

“Di mana ancaman pidananya maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” terang Budi.

Saat ditanya mengenai adanya kemungkinan pengembangan tersangka lainnya dalam kasus tersebut, Budi mengaku hal itu bisa saja terjadi selama memperoleh dukungan alat bukti yang kuat.

Baca Juga :  Iman Hud Turun Bantu Anggotanya Urai Kemacetan

“Kita lihat saja nanti perkembangan fakta-fakta selanjutnya. Sementara ini baru keempat tersangka yang kita pastikan dengan dukungan alat bukti yang ada,” Budi menandaskan.

Kronologi

Peristiwa penembakan yang menewaskan oknum pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang bermula pada Minggu, 3 April 2022 sekitar pukul 11.00 Wita.

Awalnya korban diduga kena serangan jantung saat ditemukan tergeletak di tengah Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Pihak keluarga yang mendapatkan kabar atas kejadian itu, kemudian bergegas ke lokasi lalu membawa korban ke rumah sakit terdekat dari lokasi, RS Siloam Makassar. Di sana, pihak rumah sakit menyatakan korban sudah tak bernyawa.

Keluarga selanjutnya membawa korban ke rumah duka, Perumahan Residence Alauddin Mas, Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Baca Juga :  Dishub Makassar Tertibkan Spanduk

Di rumah duka, pihak keluarga berembuk atas kejanggalan kematian korban. Di mana saat membuka baju korban, ditemukan ada lubang di dada korban yang diduga bekas tembakan. Alhasil keluarga memutuskan untuk melakukan autopsi ke RS Bhayangkara Makassar sekaligus melanjutkan membuat pelaporan ke Polrestabes Makassar guna penyelidikan atas kematian korban. (Eka/Thamrin)

Artikel ini telah dibaca 148 kali

Baca Lainnya

Reka Ulang Pembunuhan Petugas Dishub Makassar

19 Mei 2022 - 23:58 WITA

Buron Korupsi Pengadaan Perangkat Komputer di Torut Dibekuk

18 Mei 2022 - 14:30 WITA

Korupsi Bansos Covid dan BPNT, Djusman: Baiknya Tahan Tersangka

17 Mei 2022 - 18:59 WITA

Polres Gowa Tangkap 6 Pelaku Perang Kelompok

17 Mei 2022 - 09:05 WITA

Menelisik Peranan Panitia 9 di Kasus Korupsi Bandara Mengkendek

12 Mei 2022 - 13:12 WITA

Tersangka Dugaan Penganiayaan Praperadilankan Polsek Rappocini 

11 Mei 2022 - 22:13 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com