Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Hukum & Kriminal · 30 Mar 2022 09:11 WITA

Kasus BPNT Sulsel ‘Mandek’ di Tahap Penyidikan Tanpa Tersangka


 Kasus BPNT Sulsel ‘Mandek’ di Tahap Penyidikan Tanpa Tersangka Perbesar

Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) terus mendesak Polda Sulsel tidak mengulur-ulur penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial (Kemensos) di 4 Kabupaten di Provinsi Sulsel.

“Kami cukup heran saja sampai sekarang belum ada tersangka. Kira-kira apa kendalanya sampai kasus ini seakan mangkrak di tahap penyidikan tanpa tersangka,” kata Kadir Wokanubun, Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) dimintai tanggapannya via telepon, Rabu (30/3/2022).

Ia mengaku tak yakin audit BPK hingga saat ini belum kelar sehingga kerap menjadi alasan belum adanya penentuan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial (Kemensos) di 4 Kabupaten di Provinsi Sulsel itu.

“Jika kita simak sejak awal, modus kasus ini mirip dengan kasus korupsi yang menjerat Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai tersangka dan tentunya BPK juga tidak butuh waktu berlama-lama dalam menyelesaikan perhitungan kerugian negaranya,” ucap Kadir.

Ia berharap baik kepada Polda Sulsel maupun BPK punya komitmen yang sama untuk membawa kasus yang menyita perhatian publik itu bisa segera menemui kepastian hukum dan secepatnya masuk ke persidangan.

“Sebenarnya ini persoalan komitmen saja dalam pemberantasan korupsi. Kalau mereka betul-betul punya komitmen, saya kira kasus BPNT ini segera ada kepastian hukum dan menyeret semua yang terlibat di dalamnya,” ungkap Kadir.

Baca Juga :  Mapolair Terancam Diambil Jentang, Polda: Kita Tetap Bertahan Itu Bangunan Negara

Terpisah, Kasubdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli mengatakan pihaknya tak memiliki kendala dalam menuntaskan kasus BPNT di 4 Kabupaten di Sulsel tersebut.

“Tidak ada kendala (untuk penuntasan) ini masih beproses,” kata Fadli Selasa 29 Maret 2022.

Pihaknya, kata dia, saat ini masih tengah menanti kelarnya perhitungan kerugian negara oleh BPK RI.

“Audit PKN masih berproses,” tutur Fadli.

Modus yang Ditemukan Penyidik

Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel sebelumnya menaksir ada sekitar Rp100 miliar dugaan kerugian negara yang ditimbulkan dalam kegiatan penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Kementerian Sosial (Kemensos) tahun 2020 di 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Itu baru perkiraan penyidik. Nanti hasil dari BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan) yang jelasnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri saat ditemui di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), Senin 30 Agustus 2021 lalu.

Ia mengungkapkan, dari hasil penyidikan terhadap kegiatan penyaluran BPNT Kemensos di 4 kabupaten di Sulsel yang saat ini sedang menanti audit dari BPK, ditemukan dugaan pelanggaran atau menyalahi pedoman umum pengadaan sembako bantuan sosial yang ada. Dan itu, kata Widoni, juga terjadi di 20 kabupaten/kota lainnya yang ada di Sulsel yang nantinya masuk dalam pengembangan penyidikan berikutnya.

Baca Juga :  Warga Dituduh Curi Kuda Gugat Polres Bantaeng

“Hampir semua sama modusnya. Rata-rata mereka merubah isi dari pedoman pengadaan sembako bansos yang dimaksud. Misalnya, seharusnya yang tak ada ikan kaleng tapi mereka adakan,” terang Widoni sebelumnya.

Dari hasil penyidikan khusus di 4 kabupaten saat ini, kata Widoni, masing-masing di Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng dan Kabupaten Takalar itu diperkirakan terjadi kerugian negara senilai Rp20 miliar lebih. Kerugian itu ditimbulkan dari perbuatan pemotongan nilai barang sembako yang diberikan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Terhitung dari total 4 kabupaten yang jadi sampel penyidikan, menurut perkiraan penyidik tiap kabupaten itu kerugiannya ditaksir sekitar Rp3, 4 hingga Rp5 miliar lah,” tutur Widoni.

Identitas Calon Tersangka Sudah Dikantongi

Tim Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel berencana segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang terjadi di empat kabupaten Sulsel masing-masing Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Takalar.

Baca Juga :  ACC Desak Kejati Usut Aroma Korupsi Sewa Jaringan CCTV Makassar

“Itu tinggal tunggu audit dari BPK. Kalau sudah turun langsung kita tindaklanjuti dengan menetapkan tersangka,” kata Kepala Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli ditemui di Mapolda Sulsel, Kamis 26 Agustus 2021.

Ia mengungkapkan, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran BPNT di 4 kabupaten Sulsel tersebut, telah ditemukan banyak indikasi perbuatan melawan hukum. Diantaranya, ada pemotongan nilai yang diterima oleh masyarakat.

“Dari selisih nilai yang dipotong itu lalu dikalikan dengan jumlah masyarakat miskin penerima, itu nilainya cukup besar,” terang Fadli sebelumnya.

Ia mengatakan, penyidikan terhadap kegiatan penyaluran BPNT di Sulsel tersebut, tidak berhenti hanya pada keempat kabupaten saja, akan tetapi penyidikan melebar pada kabupaten lainnya yang ada di Sulsel.

“Empat kabupaten itu hanya sampel dan akan melebar ke kabupaten lainnya di Sulsel. Ini menjadi atensi pusat dan kita fokusi,” jelas Fadli.

Ia berharap masyarakat dapat bersabar menunggu proses perampungan penanganan kasus dugaan korupsi penyaluran BPNT yang sedang menunggu hasil audit BPK tersebut.

“Nama-nama calon tersangka sudah ada dan jelas. Kita tunggu saja dulu audit BPK kita terima langsung kita tindaklanjuti menetapkan tersangka,” Fadli menandaskan. (*)

Artikel ini telah dibaca 70 kali

Baca Lainnya

Resmob Polda Sulsel Bekuk Dua Orang Terduga Pemalsu Surat Tanah

30 Juni 2022 - 07:07 WITA

Tantangan ACC Sulawesi ke Pejabat Baru Dirkrimsus Polda Sulsel

27 Juni 2022 - 15:15 WITA

Polisi Ringkus Pelaku Pemanah Pengantar Jenazah di Makassar

22 Juni 2022 - 18:38 WITA

ACC Soroti ‘Vonis Korting’ Hakim Perkara Korupsi RS Batua

17 Juni 2022 - 14:37 WITA

Vonis Korupsi RS Batua Pangkas Hukuman Badan dan Uang Pengganti

17 Juni 2022 - 10:36 WITA

PUKAT: Aneh Kasus Bansos Covid-19 Makassar Belum Ada Tersangka

15 Juni 2022 - 18:34 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com