Tuan Manda, suami dari Daeng Rombo(Alm) saat ditemui di Rumahnya Dusun Bilabilaya Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang (Marbo)Takalar, Selasa(22/6/2021) jelang Magrib, mengungkap musibah Kecalakaan Lalu-lintas(Lakalantas) yang menimpa keluarganya.
Menurut Tuan Manda, “Terpaksa saya sampaikan ini kepada wartawan karena ada beberapa alasan.”
Pertama, “Sudah satu Minggu belum jelas penanganan kasus tabrak lari yang mengakibatkan isteri saya meninggal, dan anak perempuan Syarifa Maimuna, hingga hari ini masih kesakitan akibat sejumlah luka di tubuhnya.”
Kedua, “Saya sampaikan ini, bukan karena tidak suka kepada polisi, akan tetapi saya menjaga jangan sampai ada persoalan baru yang berujung kepada gangguan Kamtibmas.
Ketiga, “Banyak keluarga yang menelpon menanyakan perkembangan kasus, saya takut mereka mengambil jalan sendiri. Pasalnya banyak informasi liar yang berkembang tentang keberadaan mobil dan pemilik yang tabrak lari.”
“Soal kronologis kejadian silakan bertanya langsung ke anak perempuan saya Syarifa Maimuna,” pinta Tuan Manda.
Beberapa saat Nuna, sapaan karib Syarifa Maimuna datang, berjalan dengan kaki diseret-seret.
Nuna mengatakan, “Kecalakaan itu terjadi di Jl Dusun Bilabilaya, Desa Cikoang Kec. Marbo, pada hari, Selasa 15 Juni 2021, kira-kira pukul 14.00 Wite.”
“Waktu itu saya dengan Mama baru pulang dari Mangadu menghadiri pesta pernikahan keluarga. Tiba-tiba mobil hitam dari belakang dengan kecepatan tinggi seakan terbang dan menyenggol stir motor honda beat yang saya kemudikan, akibatnya mama dan saya jatuh ke dalam badan jalan,” ungkap Nuna.
“Saya tidak sempat hafal plat nomor polisinya, karena keburu pingsan, tetapi yang pasti mobil hitam plat hitam,(mobil pribadi), imbuhnya.
“Setelah siuman, melihat Mama banyak darah yang keluar, walau sempat dibantu tenaga medis setempat, tetapi kedaan tambah gawat akhirnya diantar dengan mobil ambulans milik Puskesmas Patoppakang. ke Rumah Sakit Padjonga Daeng Ngalle,’ urai Nuna.
Ketika ditanya apakah sudah diurus Jasa Raharja dan diambil keterangan oleh Polisi. Dan apakah sudah Visum?
Nuna mengatakan, “Polisi bersama Jasa Raharja datang ke sini hari Kamis 17 Juni 2021. Pun sudah diambil keterangan saya oleh pak Eka, dan soal Jasa Raharja, bapa saya sudah terima pada hari Jumat (18/6/2021).”
“Sebelum pamit pak Eka menyampaikan kepada saya agar datang hari Jumat(18/6/2021) agar menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tetapi waktu saya ke Polres, Pak Eka tidak ada, karena baru lepas jaga. Saya sempat melalui telpon konfirmasi, isterinya menjawab lagi istirahat karena baru saja lepas jaga,” beber Nuna.
Dia menambahkan, “Tadi pagi Selasa(22/6/2021) adik ipar saya Asri dari Polres menanyakan perkembangan kasus, tetapi tidak ada jawaban karena petugas piket menyampaikan tunggu saja, karena Eka baru lepas jaga.”
“Kemudian, belum visum, karena waktu mengantar mama ke UGD, petugas hanya membersihkan,” ucap Nuna, seraya menunjuk luka di tangan kanan dan kaki kanan, begitu juga lebam di mata kanannya.
Terpisah, Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto yang dikonfirmasi melalui WhatsApp Selasa(22/6/2021) malam soal tak jelas penanganan Lakalantas di Cikoang, singkat Beny menjawab, “Ok saya cek mas.” (Said)