Respon APAK Terkait Lambannya Penyelidikan Dugaan ‘Mark Up’ Paket Sembako di Makassar

  • Whatsapp

Aliansi Peduli Anti Korupsi (APAK) berencana menyurati Polda Sulsel sebagai upaya mengawal jalannya penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dan mark up paket bantuan sosial (sembako) di Makassar yang telah ditangani oleh Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel.

“Besok kami menyurat ke Polda meminta agar kasus tersebut secepatnya ada kepastian hukum tidak terkesan mengulur-ulur waktu,” kata Ketua DPP APAK, Mastan via pesan singkat, Minggu (28/6/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga menegaskan agar Dinsos Makassar harus bertanggung jawab atas perbuatannya dalam kegiatan yang tidak hanya merugikan masyarakat tapi juga negara atau perekonomian negara.

“APAK juga tentu akan berusaha turut serta mengawal ketat penyelidikan kasus ini. Semua yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujar Mastan.

Korupsi terhadap bantuan sembako di tengah pandemi Covid19 ini, kata dia, merupakan kejahatan kemanusian yang sangat luar biasa. Sehingga dibutuhkan aparat penegak hukum yang juga luar biasa kinerjanya.

“Kami dukung penuh Polda Sulsel usut tuntas kasus ini dan seret semua yang terlibat dalam penyelewengan hingga mark up anggaran paket sembako itu,” tegas Mastan.

Ia juga tetap berharap teman-teman pegiat anti korupsi lainnya, turut serta berperan membantu Polda Sulsel dalam memaksimalkan pengusutan kegiatan yang merugikan masyarakat dan negara tersebut.

“Potensi dikorupsi memang sangat terbuka. Belum lagi masih banyak masyarakat Makassar yang menjerit karena tidak kebagian sembako sementara mereka bagian yang terkena dampak pandemi,” ujar Mastan.

Tak hanya itu, ia juga mendesak agar pihak Dinsos Makassar transparan ke publik terkait sumber anggaran pengadaan paket sembako untuk warga kota Makassar yang terkena dampak pandemi corona covid19.

“Berbicara sumber bantuan selama pandemi ini kan lumayan banyak. Ada bantuan swasta, APBD hingga dari pemerintah pusat (APBN). Sekarang yang beredar baru-baru ini atau tepatnya 60.000 paket sembako itu, sumbernya dari mana. Itu kita ingin tahu,” terang Mastan.

Selain itu, juga perlu ada transparansi berapa nilai dari satu paketan sembako yang dibagikan ke warga jelang Idul Fitri 1441 Hijriah waktu itu.

“Jika dilihat dari isi paketannya, tidak semua bahan sembako ada alias tidak lengkap. Jadi saya kira sangat patut diusut karena dugaan mark upnya sangat kental,” tutur Mastan.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel resmi menyelidiki kasus dugaan mark up paket bantuan sembako untuk masyarakat Kota Makassar yang terkena dampak pandemi corona covid19.

“Itu sedang kami tangani,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus Berlianto Pangaribuan via pesan singkat.

Ia mengatakan pihaknya akan memaksimalkan penyelidikan kasus tersebut dan memberitahu setiap perkembangan yang ada nantinya ke masyarakat melalui publikasi media.

“Kalau ada yang bermain disaat bencana wabah ini, luar biasa kejahatan yang dilakukannya,” tegas Augustinus. (Rudi/Chaidir/Eka/Said)

Pos terkait