Menu

Mode Gelap
Demonstran Blokade Jalan Urip Hingga Macet Total KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam

Hukum & Kriminal · 31 Mei 2020 21:06 WITA

APAK Tantang Direktur Baru Reskrimsus Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa


 APAK Tantang Direktur Baru Reskrimsus Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa Perbesar

KEDAI-BERITA.COM, MAKASSAR– Sejumlah lembaga pegiat anti korupsi ramai-ramai menantang Direktur baru Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus Berlianto Pangaribuan untuk berani melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa yang setahun lebih ditangani oleh jajarannya.

“Kami menantang pimpinan baru Dit Reskrimsus Polda Sulsel untuk segera umumkan tersangka kasus imtaq tersebut,” tegas Ketua DPP Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK RI), Mastan via telepon, Minggu (31/5/2020).

Ia berharap di bawah kepemimpinan Augustinus, Dit Reskrimsus Polda Sulsel bisa lebih tegas dan segera menuntaskan seluruh kasus-kasus korupsi peninggalan pimpinan lama Dit Reskrimsus Polda Sulsel yang terbilang mandek.

“Kami yakin dibawah nahkoda Pak Augustinus, seluruh kasus korupsi yang mandek bisa segera ada kepastian hukum. Satu diantaranya kasus imtaq di Gowa tersebut. Itu sudah lama statusnya penyidikan tapi belum didengar ada tersangkanya. Kami harap pekan ini sudah ada tersangkanya lah,” harap Mastan.

Sebelumnya, Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel menjelaskan jika penyidikan kasus dugaan korupsi yang mendapat perhatian masyarakat Sulsel itu sedikit lagi rampung dan segera mengumumkan tersangkanya.

Baca Juga :  Guru Besar Ilmu Hukum Unibos: Tersangka Korupsi RS Batua Sebaiknya Ditahan

“Nanti saat penetapan, baru kami sampaikan namanya,” kata Kepala Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel yang saat itu dijabat oleh Kompol Yudha Wiradjati via pesan singkat, Kamis 29 November 2019.

Ia mengatakan pihaknya masih sementara fokus menunggu hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel. Jika audit tersebut sudah terbit, penetapan tersangka segera dilakukan.

“Jadi tak ada kendala. Tinggal perhitungan kerugian negara belum keluar,” ucap Yudha kala itu.

Dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tersebut, tim Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel telah menggeledah sejumlah Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel, Selasa 14 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 wita.

Tak hanya kantor SKPD yang berada dalam satu area dengan Kantor Pemkab Gowa, tim tipikor Polda Sulsel itu juga dikabarkan turut menggeledah ruangan kerja yang berada dalam rumah jabatan (rujab) Bupati Gowa.

Baca Juga :  Tim Intelijen Kejati Mulai Dalami Kasus Dugaan Korupsi Keripik Zaro Palopo

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel yang saat itu dijabat oleh Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Kata dia, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 yang sementara berjalan.

“Lokasi penggeledahan diantaranya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dan Rujab Bupati Gowa,” kata Dicky saat itu.

Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen penting terkait kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang sementara diusut.

“Kasus ini diselidiki sejak bulan Februari 2019 dan statusnya naik ke tahap penyidikan pada bulan Mei 2019 ini,” terang Dicky.

Dari hasil penyidikan, tim menemukan adanya dugaan mark up anggaran pada kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa tersebut.

Dimana dari hasil cek tim ke lokasi sumber barang yakni di Yogyakarta, uang yang digunakan untuk belanja barang alat peraga yang dimaksud hanya sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut senilai Rp 5.609.681.992.

Baca Juga :  ACC Desak Inspektorat Serahkan Audit Kasus Sewa Jaringan CCTV Makassar ke APH

Tak hanya itu, tim juga menemukan terjadinya keterlambatan pengerjaan. Dimana pada bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar, sementara berdasarkan berita acara serah terima pengerjaan (progres pekerjaan) sudah dilaporkan 100 persen tepatnya pada bulan September 2018.

“Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, terungkap juga ada intervensi dari beberapa pihak dalam proses lelang, pelaksanaan hingga pencairan pembayaran,” ungkap Dicky.

Pengadaan alat peraga imtaq yang diperuntukkan untuk 82 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan di Kabupaten Gowa tersebut, menggunakan anggaran sebesar Rp 5.609.681.992 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018.

Adapun yang bertindak sebagai penyedia barang dalam kegiatan itu diketahui bernama Rahmawati Bangsawan alias Neno. Ia memenangkan tender menggunakan nama perusahaan yang ia pinjam yakni bernama PT. Arsa Putra Mandiri.

“Dalam kasus ini kita terapkan dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Juncto Pasal 9 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” Dicky menandaskan. (Rudi/Eka)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Gakkum Sulawesi Tetapkan Direktur PT BMN Sebagai Tersangka

28 September 2022 - 19:17 WITA

Tahanan Lapas Klas II Maros Kabur, Akademisi Nilai Itu Kelalaian dan Kalapas Harus Dicopot

24 September 2022 - 16:04 WITA

Tahanan Rutan Klas 1 Makassar Kabur, Aktivis Minta Kepala Rutan Dicopot

24 September 2022 - 08:50 WITA

Tahanan Rutan Kelas I Makassar Kabur, Kok Bisa?

24 September 2022 - 01:39 WITA

Buruh Terdakwa Tunggal Korupsi Program Kotaku, Dijerat Pasal 3 dan Divonis 3 Tahun Penjara

23 September 2022 - 10:48 WITA

Dituntut 3,5 Tahun, Ini Pembelaan PH Terdakwa Dugaan Korupsi Program Kotaku

20 September 2022 - 22:22 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com