Menu

Mode Gelap
Demonstran Blokade Jalan Urip Hingga Macet Total KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam

Hukum & Kriminal · 15 Okt 2019 21:54 WITA

Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa


 Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa Perbesar

KEDAI-BERITA.COM, Gowa– Meski statusnya telah lama ditingkatkan ke tahap penyidikan, Penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel belum juga menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 di Kabupaten Gowa.

“Kami heran kasus ini lamban menetapkan tersangka padahal sejak tahun lalu statusnya sudah penyidikan. Ada apa dengan penyidik Polda Sulsel,” kata Direktur Anti Corruption Commitee Sulawesi (ACC Sulawesi), Kadir Wokanubun via telepon, Selasa (15/10/2019).

Ia mendesak Kapolda Sulsel segera mengevaluasi kinerja penyidik yang dinilai tidak profesional dalam menangani kasus dugaan korupsi peraga imtaq di Kabupaten Gowa tersebut sehingga belum ada kepastian hukum hingga saat ini.

“Pekan ini juga kami berencana akan menyurat ke KPK agar kasus ini segera disupervisi. Kami heran hingga saat ini belum ada kepastian hukum dalam penanganan kasusnya,” terang Kadir.

Tak hanya mendesak penetapan tersangka, secara kelembagaan, Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) juga berharap kedepannya penyidik terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq yang menelan dana APBD Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 tersebut.

Baca Juga :  Tahanan Diduga Dianiaya. Propam Turun Tangan, Kapolsek Pilih "Diam"

“Seharusnya memang ada pengembangan. Korupsi itu kan selalu dilakukan berjamaah. Semuanya harus diungkap secara utuh,” jelas Kadir.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengakui lambannya penetapan tersangka dalam kasus tersebut dikarenakan belum terbitnya audit kerugian negara dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Sulawesi Selatan (BPKP Sulsel).

“Itu tinggal tunggu perhitungan kerugian negara dari BPKP dan selanjutnya penetapan,” singkat Yudhiawan di Mapolda Sulsel, Rabu 11 September 2019.

Diketahui, Tim Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel sebelumnya telah menggeledah sejumlah Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel, Selasa 14 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 wita.

Tak hanya kantor SKPD yang berada dalam satu area dengan Kantor Pemkab Gowa, tim tipikor Polda Sulsel itu juga dikabarkan turut menggeledah ruangan kerja yang berada dalam rumah jabatan (rujab) Bupati Gowa.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Kata dia, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 yang sementara berjalan.

Baca Juga :  GAKI Desak Penyidik Dalami Peran Kadis Dalam Kasus OTT Disdag Sulsel

“Lokasi penggeledahan diantaranya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dan Rujab Bupati Gowa,” kata Dicky.

Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen penting terkait kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang sementara diusut.

“Kasus ini diselidiki sejak bulan Februari 2019 dan statusnya naik ke tahap penyidikan pada bulan Mei 2019 ini,” terang Dicky.

Dari hasil penyidikan, tim menemukan adanya dugaan mark up anggaran pada kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa tersebut.

Dimana dari hasil cek tim ke lokasi sumber barang yakni di Yogyakarta, uang yang digunakan untuk belanja barang alat peraga yang dimaksud hanya sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut senilai Rp 5.609.681.992.

Tak hanya itu, tim juga menemukan terjadinya keterlambatan pengerjaan. Dimana pada bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar, sementara berdasarkan berita acara serah terima pengerjaan (progres pekerjaan) sudah dilaporkan 100 persen tepatnya pada bulan September 2018.

Baca Juga :  Proyek Peningkatan Jalan Poros Rantepao-Tikala Diduga Tak Sesuai Bestek

“Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, terungkap juga ada intervensi dari beberapa pihak dalam proses lelang, pelaksanaan hingga pencairan pembayaran,” ungkap Dicky.

Pengadaan alat peraga imtaq yang diperuntukkan untuk 82 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan di Kabupaten Gowa tersebut, menggunakan anggaran sebesar Rp 5.609.681.992 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018.

Adapun yang bertindak sebagai penyedia barang dalam kegiatan itu diketahui bernama Rahmawati Bangsawan alias Neno. Ia memenangkan tender menggunakan nama perusahaan yang ia pinjam yakni bernama PT. Arsa Putra Mandiri.

“Dalam kasus ini kita terapkan dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Juncto Pasal 9 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” Dicky menandaskan. (Rudi/Nirwan/Eka)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Gakkum Sulawesi Tetapkan Direktur PT BMN Sebagai Tersangka

28 September 2022 - 19:17 WITA

Tahanan Lapas Klas II Maros Kabur, Akademisi Nilai Itu Kelalaian dan Kalapas Harus Dicopot

24 September 2022 - 16:04 WITA

Tahanan Rutan Klas 1 Makassar Kabur, Aktivis Minta Kepala Rutan Dicopot

24 September 2022 - 08:50 WITA

Tahanan Rutan Kelas I Makassar Kabur, Kok Bisa?

24 September 2022 - 01:39 WITA

Buruh Terdakwa Tunggal Korupsi Program Kotaku, Dijerat Pasal 3 dan Divonis 3 Tahun Penjara

23 September 2022 - 10:48 WITA

Dituntut 3,5 Tahun, Ini Pembelaan PH Terdakwa Dugaan Korupsi Program Kotaku

20 September 2022 - 22:22 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com