Menu

Mode Gelap
Demonstran Blokade Jalan Urip Hingga Macet Total KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam

Hukum & Kriminal · 25 Sep 2018 14:49 WITA

Dinilai Kebal Hukum, LKBHMI Resmi Adukan Kasus Jentang ke Kejagung


 LKBHMI Makassar resmi adukan kasus Jentang ke Kejagung Perbesar

LKBHMI Makassar resmi adukan kasus Jentang ke Kejagung

KEDAI-BERITA.COM, Makassar– Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Muslim Indonesia (LKBHMI) cabang Makassar resmi mengadukan lambannya penanganan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar yang menjerat Soedirjo Aliman alias Jentang sebagai tersangka ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Selasa (25/9/2018).

“Kami menganggap Kejati Sulselbar tak berdaya menangkap Jentang yang hampir setahun memburon pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar. Sehingga kami langsung adukan ini ke Kejagung,” tegas Juhardi, Direktur Eksekutif Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Muslim Indonesia (LKBHMI) cabang Makassar via pesan singkat.

Ia berharap dengan adanya aduan resmi ke Kejagung, pihak Kejati Sulselbar dapat mempercepat penangkapan Jentang, buronan kelas kakap yang dinilai kebal hukum tersebut.

“Kita juga mendesak tim Adhyaksa Monitoring Kejagung bekerja maksimal dalam mengejar dan menangkap Jentang lalu melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Tipikor Makassar,” ujar Juhardi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang merekam aktifitas santai Jentang, buronan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Makassar yang sedang melenggang kangkung bersama rekan wanitanya bernama Delly Wijaya.

Baca Juga :  Kejati Diminta Supervisi Kasus Makan Minum di PIP Barombong

Bos PT. Jujur Jaya Sakti itu tampak mengenakan baju berwarna merah melenggang kangkung bersama Delly yang diketahui ipar dari seorang pengusaha ternama di Sulsel inisial AR yang pernah disebut-sebut terlibat dalam kasus yang sedang diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2010. AR saat itu disebut-sebut menerima aliran dana bailout Bank Century sebesar Rp 35 miliar.

“Videonya itu direkam saat Jentang sedang berjalan santai bersama Delly di sebuah lokasi di Jakarta. Tepatnya di lantai dasar depan Resto Burger, Bellagio Mall,” kata salah seorang sumber yang minta identitasnya tak dipublis tersebut.

LKBHMI Makassar resmi adukan kasus Jentang ke Kejagung

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Salahuddin mengatakan pihaknya juga sudah melihat video berdurasi 19 detik yang merekam aktifitas Jentang di sebuah mal di Jakarta tersebut. Dan ia pun telah meneruskan bukti video itu ke Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar agar segera mendapat atensi.

“Video tersebut saya sudah teruskan ke pimpinan agar segera mendapat atensi,” kata Salahuddin.

Jentang Resmi Tersangka Dalam Kasus Korupsi Buloa

Diketahui, Jentang hingga saat ini belum memenuhi pemanggilan penyidik sebagai tersangka dugaan TPPU. Ia memilih kabur pasca dirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Sulsel.

Baca Juga :  Apa Kabar Kasus Tipikor Alkes RS Haji Makassar

Karena perannya sebagai aktor utama dibalik terjadinya kerugian negara dalam pelaksanaan kegiatan penyewaan lahan negara yang terdapat di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar, penyidik akhirnya menetapkan dirinya sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang telah dikuatkan oleh beberapa bukti.

Diantaranya bukti yang didapatkan dari hasil pengembangan fakta persidangan atas tiga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi penyewaan lahan buloa yang sebelumnya sedang berproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar. Ketiga terdakwa masing-masing M. Sabri, Rusdin dan Jayanti.

Selain itu, bukti lainnya yakni hasil penelusuran tim penyidik dengan Pusat Pelatihan dan Aliran Transaksi Keuangan (PPATK). Dimana dana sewa lahan diambil oleh Jentang melalui keterlibatan pihak lain terlebih dahulu.

Jentang diduga turut serta bersama dengan terdakwa Sabri, Rusdin dan Jayanti secara tanpa hak menguasai tanah negara seolah-olah miliknya sehingga PT. Pembangunan Perumahan (PP) Persero selaku Pelaksana Proyek Makassar New Port terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 500 Juta untuk biaya penyewaan tanah.

Baca Juga :  Berkas 12 Tersangka Korupsi RS Batua Makassar Rampung, Brokernya Menyusul?

“Nah dana tersebut diduga diterima oleh tersangka melalui rekening pihak ketiga untuk menyamarkan asal usulnya ,”kata Jan S Maringka Kepala Kejati Sulselbar dalam konferensi persnya di Kantor Kejati Sulselbar, Rabu 1 November 2017 lalu.

Menurutnya, penetapan Jentang sebagai tersangka juga merupakan tindak lanjut dari langkah Kejati Sulselbar dalam mengungkap secara tuntas dugaan penyimpangan lain di seputar lokasi proyek pembangunan Makassar New Port untuk mendukung percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.

“Kejati Sulselbar akan segera melakukan langkah langkah pengamanan aset untuk mencegah terjadinya kerugian negara yang lebih besar dari upaya klaim-klaim sepihak atas tanah negara di wilayah tersebut ,”tegas Jan.

Atas penetapan tersangka dalam penyidikan jilid dua kasus buloa ini, Kejati Sulselbar langsung mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka koordinasi penegakan hukum.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ,” ucap Jan. (Hakim)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Gakkum Sulawesi Tetapkan Direktur PT BMN Sebagai Tersangka

28 September 2022 - 19:17 WITA

Tahanan Lapas Klas II Maros Kabur, Akademisi Nilai Itu Kelalaian dan Kalapas Harus Dicopot

24 September 2022 - 16:04 WITA

Tahanan Rutan Klas 1 Makassar Kabur, Aktivis Minta Kepala Rutan Dicopot

24 September 2022 - 08:50 WITA

Tahanan Rutan Kelas I Makassar Kabur, Kok Bisa?

24 September 2022 - 01:39 WITA

Buruh Terdakwa Tunggal Korupsi Program Kotaku, Dijerat Pasal 3 dan Divonis 3 Tahun Penjara

23 September 2022 - 10:48 WITA

Dituntut 3,5 Tahun, Ini Pembelaan PH Terdakwa Dugaan Korupsi Program Kotaku

20 September 2022 - 22:22 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com