ACC Desak BPK Audit Penyaluran Bantuan Kemensos Ke Panti Asuhan Di Sulsel

Ilustrasi (int)

Kedai-Berita.com, Makassar– Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengaudit penyaluran bantuan sosial yang tersebar di sejumlah panti asuhan di Sulsel.

“BPK harus audit penyaluran bantuan asal Kemensos RI yang dikelola oleh Dinsos Sulsel untuk diberikan ke seluruh panti asuhan yang ada di Sulsel ,”kata Kadir, Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi kepada Kedai-Berita.com, Sabtu (7/10/2017).

Kadir menduga ada dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana bantuan reguler kepada sejumlah panti asuhan di Sulsel. Dimana berawal dari adanya perbedaan nilai yang diterima oleh masing-masing panti asuhan setiap tahunnya.

“Perbedaan bantuan dana yang diberikan setiap tahun kepada beberapa panti asuhan merupakan awal dugaan adanya penyimpangan. Makanya ini perlu diaudit ,”terang Kadir.

Tak hanya itu, ACC juga berharap Kejaksaan membentuk tim menelusuri adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana bantuan Kemensos ke seluruh panti asuhan yang ada.

“Jangan sampai bantuan tidak tepat sasaran atau ada panti asuhan fiktif yang menerima bantuan lantaran ada oknum yang bermain. Saya kira ini sangat patut diusut apalagi sudah berjalan lama ,” tutur Kadir.

Sebelumnya, Kepala salah satu panti asuhan di Kota Makassar inisial RM yang ditemui Kedai-Berita.com mengaku ada banyak panti asuhan di Sulsel yang memang hanya kedok dan memiliki tujuan yang beda. Yakni membuat panti sebagai ajang usaha yang menggiurkan.

“memang ada beberapa diantaranya demikian. Jadi ketika panti asuhan yang pertama dijalankan berhasil, selanjutnya mereka membuat Yayasan dengan nama baru untuk mendirikan panti baru lagi. Nah yang jalankan anak atau istrinya ,”kata RM, Kamis 5 Oktober 2017.

Untuk mendapatkan anak asuhan, beber RM, panti yang dimaksud menelusuri daerah pelosok yang tersebar di beberapa Kabupaten di Sulsel. Yang direkrut menjadi anak asuh, sebagian memang berstatus yatim piatu. Tapi tak sedikit juga ada anak warga miskin yang diambil dari sekitar lingkungan panti itu sendiri.

“Namun ada juga bahkan hanya bermodal memasang papan bicara panti tapi jika ditelusuri diam-diam tak ada anak pantinya. Ketika ada rencana survey bantuan, mereka bergegas mengumpulkan anak anak sekitar saja ,”ungkap RM.

RM mengaku miris ada sebagian kalangan yang memang memiliki motivasi negatif alias hanya kedok mencari keuntungan semata dengan memanfaatkan lembaga panti asuhan.

“Ini alasan mengapa setiap tahun semakin banyak panti asuhan di Sulsel. Kota Makassar saja sudah ratusan jumlahnya saat ini. Oknum-oknum ini berpikiran kalau panti asuhan jelas banyak sumber penghasilannya ,”ungkap RM.

“Ada bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dinas Sosial Sulsel. Dan beberapa dermawan yang disebut donatur. Padahal jika mereka sadar mengelola panti itu pekerjaan mulia meski berat karena amanah yang dijalankan ,”tambahnya.

RM yang telah menjalankan panti asuhan miliknya selama 20 tahun lebih itu, berharap Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Sosial RI, lebih proaktif turun mengawasi agar bantuan yang kucur melalui Dinas Sosial Sulsel bisa tepat sasaran.

“Karena terus terang oknum di Dinsos Sulsel juga ada yang memainkan bantuan. Selain memangkas nilai bantuan juga tidak selektif dalam menyalurkan bantuan kepada panti asuhan yang layak ,”kata RM.

Bantuan reguler yang didapatkan panti asuhannya tiap tahun, kata RM nilainya sangat mencekik. Dimana dari total 30 orang anak asuhnya, terhitung hanya 10 orang anak yang dapat bantuan.

“Tahun 2016 lalu, bantuan yang cair dari Dinsos Sulsel hanya menanggung 10 orang dengan nilai Rp 1 Juta. Dimana rinciannya terdiri dari keperluan makan-minum Rp 2200 per orang dan Rp 800.000 untuk keperluan biaya transpor digunakan oleh 10 orang. Lalu bagaimana dengan 20 anak lainnya ? ,”ujar RM.

Penyaluran bantuan dari Dinsos Sulsel diakui RM bersifat diskriminatif. Dimana kenyataannya ada beberapa panti asuhan malah mendapat bantuan lebih, padahal jumlah anak pantinya tidak seberapa bahkan terhitung bodong.

“Yah. Inilah permainan yang ada. Mereka banyak panti asuhan yang tak jelas tapi menerima bantuan lebih. Saya punya data tentang panti asuhan itu. Memang ada oknum Dinsos sendiri yang bermain ,”tegas RM. (Kha)

Kreasi Tanpa Sekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Mungkin Anda Sukai
Dugaan Korupsi Bibit Nanas, Eks Kabid Holtikultura Sulsel Turut Ditahan 

Dugaan Korupsi Bibit Nanas, Eks Kabid Holtikultura Sulsel Turut Ditahan 

Kejati Sulsel Dalami Peran DPRD dalam Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 M

Kejati Sulsel Dalami Peran DPRD dalam Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 M

Kejati Sulsel Tahan Eks Pj Gubernur dan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Bibit Nanas

Kejati Sulsel Tahan Eks Pj Gubernur dan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Bibit Nanas

error: Special Content !