Apa Kabar Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Mark Up Sembako Covid-19 Makassar

  • Whatsapp

Sejumlah pegiat anti korupsi di Sulsel kembali mendesak penyidik tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel segera menetapkan tersangka kasus dugaan mark up bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako untuk masyarakat Kota Makassar yang terdampak pandemi Covid-19.

“Aneh bin ajaib ini kasus, penyidikannya hingga berlarut-larut. Diselidiki di awal kasus pandemi menyebar tapi hingga saat ini belum ada pengumuman tersangka. Kami menduga kalau penyidik setengah hati menuntaskan kasus ini,” kata Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun dimintai tanggapannya via telepon, Kamis (7/10/2021).

Ia berharap penyidik Polda Sulsel memaksimalkan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar penghitungan kerugian negara yang ditimbulkan dalam kegiatan bansos Covid-19 yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar itu bisa segera menemui hasil.

“Dalam data kami, kasus ini masuk dalam salah satu rentetan kasus korupsi yang terlama ditangani tak ada kepastian hukum. Malah mangkrak di tengah penyidikan tanpa tersangka dengan alasan klasik bahwa penyidik belum menetapkan tersangka karena sedang menunggu audit kerugian negara dari BPK atau BPKP lah. Tentu kami harap atasan tertinggi Polri dalam hal ini Kapolri bisa segera mengevaluasi kinerja bawahannya di Sulsel ini,” terang Kadir.

Umbar Calon Tersangka Sudah Ada

Kepala Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Kompol Fadli sebelumnya berharap masyarakat bersabar menanti pengumuman tersangka dugaan mark up bantuan sosial (bansos) Covid-19 berupa paket sembako untuk warga Kota Makassar yang terdampak.

“Sabar saja. Calon tersangka sudah ada dan jelas kok. Pokoknya kalau audit BPK sudah kita terima langsung kita tindaklanjuti dan umumkan tersangkanya,” ucap Fadli di Aula Tipikor Polda Sulsel, Kamis 26 Agustus 2021.

Ia menegaskan dalam penanganan kasus dugaan mark up paket sembako Covid-19 Kota Makassar, pihaknya tidak segan-segan menyeret semua yang terlibat. Siapa pun yang terlibat, kata dia, tak akan lepas dari jeratan tindak pidana korupsi. Apalagi bagi pelaku yang memanfaatkan dana Covid-19 tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Kasus ini jadi atensi dan tentu kami tidak main-main untuk seret semua pihak yang ikut terlibat dalam merugikan negara,” tegas Fadli.

Dalam penyidikan kasus dugaan mark up paket sembako Covid-19 tersebut, pihaknya telah memeriksa puluhan saksi yang terkait. Di mulai dari saksi yang dinilai mengetahui proses penganggaran, pembelanjaan barang, pelaksanaan di lapangan hingga pihak-pihak penerima manfaat.

“Semua yang ada hubungannya dengan bansos Covid-19 ini kita sudah kita periksa. Tinggal tunggu hasil audit lalu kita umumkan tersangkanya,” jelas Fadli. (Eka/Said)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *