Kedai-Berita.com, Makassar– Suami-istri, Saparuddin Sarro dan Sinar yang berdomisili di Jalan Tambasa 3 Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar menjadi korban penganiayaan berat oleh seorang sopir taksi, Salehuddin (55), Minggu (29/4/2018).
Usai dianiaya menggunakan sebilah parang, Saripuddin dinyatakan tewas dengan sejumlah bacokan pada sekujur tubuhnya. Sedangkan istrinya, Sinar masih menjalani perawatan intensif di RS. Wahidin Sudirohusodo dengan luka bacokan juga pada sekujur tubuhnya.
“Pelaku sudah menyerahkan diri dan sedang menjalani pemeriksaan di ruangan Unit Reskrim Polsek Tamalanrea, Makassar,” kata Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsul Bakhtiar.
Penganiayaan yang dialami suami-istri di Tamalanrea tersebut terjadi pada pukul 08.00 wita. Dimana awalnya, pelaku mendatangi rumah korban dengan mengendarai taksi miliknya.
Setibanya dirumah korban, pelaku turun dari taksi yang dikendarainya dengan memegang sebilah parang dan kemudian mendobrak pintu rumah korban.
Setelah berhasil masuk ke rumah korban, pelaku lalu menemui istri korban, Sinar dan langsung membacoknya sehingga Sinar mengalami luka bacok pada lengan dan pahanya.
Tak sampai disitu, pelaku kembali mencari suami Sinar, Saparuddin dan akhirnya menemui Saparuddin sedang mengenakan baju di dalam kamar.
“Pelaku lalu membacok Saparuddin berkali-kali sehingga Saparuddin mengalami luka bacok pada beberapa bagian tubuhnya,” terang Syamsul.
Usai membacok kedua korbannya, pelaku lalu kabur mengendarai mobil taksinya yang terparkir di depan rumah korban. Sedangkan korban dilarikan ke RS. Wahidin oleh warga sekitar.
“Karena luka yang cukup parah, Saparuddin meninggal dunia sedangkan istrinya masih menjalani perawatan intensif,” jelas Syamsul.
Diketahui motif penganiayaan berat tersebut berawal dari transaksi tanah. Dimana korban menjual sebidang tanah pada tahun 2017 ke pelaku seharga Rp 150 juta. Namun hingga saat ini dokumen tanah yang dijual korban belum diserahkan ke pelaku sehingga pelaku dendam dan akhirnya membacok korban dengan membabi buta. (Said/Hakim)