Kedai-Berita.com, Makassar– Hingga memakan waktu 10 bulan lamanya, kasus perampokan yang berujung tewasnya Kakek Marten Minggu (90) secara sadis tak kunjung terungkap.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bawakaraeng Abbulo Sibatang Mamminasata Indonesia (Basmi), Andi Amin H.T mengatakan pihaknya sangat menyesalkan sikap diam aparat Polres Pinrang dalam penanganan kasus tersebut.
“Aneh juga kalau pelaku belum juga tertangkap. Padahal pihak kepolisian sendiri memiliki peralatan pelacak yang canggih ,”kata Amin kepada Kedai-Berita.com, Minggu (8/10/2017).
Amin berharap kepolisian dalam hal ini Polres Pinrang dapat meminta bantuan ke Polda Sulsel atau ke jenjang lebih tinggi, Mabes Polri guna dibantu pengejaran pelaku perampokan sadis tersebut.
“Jika tak segera ditangkap, pelaku bisa saja melakukan hal yang sama ditempat lain. Jadi saya kira ini harus jadi atensi ,”terang Amin.
Sebelumnya, Kakek Marten Minggu ditemukan tewas bersimbah darah dengan 23 luka tusukan didalam rumahnya Jalan Rusa, Kab. Pinrang, Sulsel tepat Minggu 4 Januari 2017. Ia ditemukan pertama kali oleh anaknya yang bernama Agustinus Minggu.
Awalnya, Agustinus bertanya kepada Anti tetangganya yang diketahui kerap membantu pekerjaan sehari-hari di rumah korban tentang keberadaan korban. Anti lalu menjawab, jika korban mungkin sedang istirahat didalam kamarnya.
Agustinus kemudian menuju kamar korban, namun tak menemukan korban berada didalam kamarnya. Selanjutnya Agustinus mencoba menyisir satu persatu kamar lainnya. Tiba tiba ia terkejut ketika menemukan ayahnya tewas dalam kondisi tragis di kamar bagian belakang rumahnya.
Aparat Polres Pinrang yang mendapat laporan tersebut bergegas ke lokasi kejadian. Saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), aparat menemukan sebuah sarung badik yang diduga milik pelaku. Uang korban sebanyak Rp 450 ribu turut ditemukan berserakan di lantai rumah korban. Jasad korban dibawa ke RSUD Lasinrang Pinrang untuk divisum. Selanjutnya perkembangan kasus ini pun hilang begitu saja. (Kha)