Bone– Pagi yang biasanya tenang di Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, berubah menjadi momen duka. Setelah hampir sehari penuh pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Adityia Reifki, bocah 11 tahun yang hilang saat memancing bersama teman-temannya di Sungai Bulu Takke.
Adityia ditemukan pada Senin pagi (29/9), pukul 09.05 WITA, hanya berjarak sekitar lima meter dari titik ia dilaporkan terjatuh. Tubuh mungilnya terangkat dari pelukan arus, lalu dibawa dengan hati-hati ke rumah duka, diiringi isak keluarga dan warga desa yang sejak kemarin menunggu dengan cemas.
Sehari sebelumnya, Minggu (28/9), Adityia dan beberapa rekannya berangkat memancing sejak pagi. Sungai yang mereka kenal sebagai tempat bermain dan mencari ikan, tiba-tiba menjadi arena bencana ketika Adityia terpeleset dan hilang terseret air. Upaya warga hingga malam tak berhasil menemukannya. Situasi itu memaksa laporan diteruskan ke Basarnas.
“Tim rescue tiba dini hari dan segera melakukan pencarian. Namun gelap dan keterbatasan penerangan membuat hasilnya nihil,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muhammad Arif Anwar.
Pagi berikutnya, arus yang semalam begitu pekat akhirnya mengalah. Dengan perahu karet dan peralatan pertolongan di air, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, relawan, dan warga desa menyisir setiap sudut sungai. Tak lama berselang, tubuh Adityia ditemukan.
Sungai Bulu Takke dengan alirannya yang jernih namun menyimpan pusaran tak terlihat sekali lagi memperlihatkan sisi alaminya, indah dan mematikan. Bagi warga Desa Lompu, sungai ini adalah sumber air, ruang bermain anak-anak, dan tempat mencari ikan. Namun di balik ketenangan permukaan, ia menyimpan arus yang tak mudah diduga.
Kini, kehidupan desa kembali hening, namun dengan luka yang membekas. Sungai menguji kesabaran manusia: ia menyimpan, lalu mengembalikan, seolah ingin mengingatkan bahwa setiap aliran air adalah kisah tentang kekuatan alam dan rapuhnya kehidupan. (Eka)