Selama satu dekade (2013-2023) kota Makassar kerap diguyur hujan lebat, bahkan ber jam-jam, terutama di musim penghujan. Tapi tak pernah sehebat kejadian 13 Februari 2023 kemarin.

Fenomena ini, menurut salah seorang aktivis lingkungan di Sulawesi Selatan adalah fenomena baru selama satu dekade terakhir sejak 2013 hingga 2023.
Di mana fenomena curah hujan yang masuk kategori ekstrim dibarengi dengan embusan angin kencang membuat sejumlah wilayah barat kota Makassar yang dekat dengan pesisir mengalami banjir.

Alhasil membuat ruas jalan Penghibur di Pantai Losari tergenang, jalan Sulawesi dan sekitarnya mengalami hal yang sama.
“Itu sesuai pantauan kami saat hujan deras mengguyur, hampir seluruh wilayah di kota Makassar terendam air sejak Senin pagi, “ucap Yusran.
“Apa yang terjadi kali ini tentunya akan meneror masa depan kota Makassar ke depannya jika tak ada langkah-langkah antisipasi yang kongkrit,” Yusran menambahkan.

Kondisi ini, menurut Yusran, membuat sejumlah warga kaget karena tanpa ada peringatan, air bah yang datang langsung menghantam rumah-rumah penduduk dalam lorong-lorong.
Termasuk di ruas jalan utama seperti AP Pettarani, Gunung Bawakaraeng, Perintis Kemerdekaan. Dan sejumlah wilayah kecamatan yang terkena dampak akibat banjir.

Seperti di Kecamatan Ujung-pandang, Wajo, Mariso, Rappocini, Panakukang, Tamalate, Mamajang, Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala.
“Termasuk lapangan sepak bola Hasanudin di jalan Sudirman, sebab dalam hitungan jam, banjir sudah menggenangi sejumlah wilayah di kota Makassar secara bersamaan, “tuturnya.(*)