Kedai-Berita.com, Enrekang — Direktur Gerakan Lingkungan Orientasi Rakyat (Gelora) Sulawesi Selatan (Sulsel) Armin Laduri, menyoroti Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrengpulu Kamis, (19/07/2018)
Hal itu disebabkan lantaran dampak dari limbahnya mulai dirasakan oleh pengunjung.
“Ada beberapa pengunjung yang mengaku agak sedikit terganggu penciumannya saat mengunjungi kerabatnya yang sedang dirawat inap,” beber Armin
“Sudah ada dampak yang dirasakan masyarakat. Entah apakah limbah kimia yang dihasilkan oleh rumah sakit itu disterilkan dulu atau tidak sebelum dibuang,” tambahnya
Kalau sudah seperti ini kata Armin, IPAL RSUD Massenrempulu harus jadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Enrekang.
“Karena Ipal yang ada sekarang itu sudah sangat tidak memadai. Limbah yang ada di RSUD Maspul itu sudah mulai tidak terkontrol lagi,” tegas Armin
Untuk diketahui, dampak yang akan di timbulkan limbah kimia tersebut sangat membahayakan kelangsungan hidup warga, tumbuhan dan hewan sekitar RSUD. Belum lagi dampak pencemaran lingkungan yang bisa ditimbulkan limbah tersebut ketika tidak dikelola sesuai standar operasional prosedural.
Oleh karena itu, Armin menyarankan agar pihak rumah sakit memperhatikan aturan sesuai dengan yang diatur dalam Undang undang No 32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan hidup.
“Sebab jika tidak, maka akan ada sanksi pidana yang menanti para pejabat di RSUD Maspul. Untuk itu kami tegas akan mengawal persoalan ini,” pungkasnya
Said W/ Habib Rahdar