Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Ekonomi · 27 Jan 2018 09:27 WITA

Panin Makassar Akui Lelang Aset Debitur Harus Sesuai NJOP


 Panin Makassar Akui Lelang Aset Debitur Harus Sesuai NJOP Perbesar

Kedai-Berita.com, Makassar– Regional Manager Kawasan Timur Indonesia (KTI) Bank Panin Makassar, Andi Hudli Huduri menegaskan bahwa dasar yang diambil untuk menentukan nilai lelang sebuah aset milik debitur yang bermasalah yakni merujuk pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Termasuk mengenai aset debitur bernama Kusnadi itu, nilai lelangnya tak boleh dibawah NJOP yang ada,” ucap Hudli memberikan penjelasan dalam pertemuan dengan debitur Bank Panin Makassar, Kusnadi yang ditemani Ketua DPP LSM Basmi di kantor regional KTI Bank Panin Makassar, Jumat 26 Januari 2018.

Ia mengatakan jika ada aset debitur yang bermasalah kemudian dilelang berdasarkan nilai dibawah dari NJOP, maka itu keliru dan tak benar.

“Sekali lagi nilai taksasi dalam lelang itu semua berdasar NJOP dibawah itu tidak benar,” terang Hudli.

Andi Amin Halim, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) LSM Basmi selaku lembaga pendamping debitur Bank Panin Makassar, Kusnadi mengapresiasi penjelasan yang diberikan Hudli selaku Regional Manager KTI Bank Panin Makassar tersebut.

Menurutnya, apa yang selama ini menjadi masalah telah mendapatkan jawaban yang terang. Dimana selama ini debitur, Kusnadi mengeluhkan aset yang ia jadikan agunan saat mengambil kredit di Bank Panin Makassar tepatnya 7 Oktober 2011 silam, dilelang oleh Bank Panin Makassar melalui Lembaga Pelelangan Kekayaan Negara (LPKN) hanya berdasar dengan nilai pokok kredit yakni senilai Rp 2,5 miliar dan tanpa sepeser pun selisih yang dikembalikan kepada Kusnadi selaku pemilik agunan.

Baca Juga :  ACC Desak Kejati Tak Tutupi Keterlibatan Edy Aliman di Kasus Buloa

Sementara aset yang dijadikan agunan oleh Kusnadi saat angkat kredit di Bank Panin Makassar, kata Amin, nilai total taksasinya Rp 12 miliar lebih. Dimana terdiri atas tiga sertifikat tanah yang total luasnya 3644 meter persegi serta diatasnya terbangun sebuah rumah permanen seluas 300 meter persegi.

“Padahal ada tiga dasar yang sempat diajukan Kusnadi saat ia mengetahui asetnya dilelang diam-diam oleh Bank Panin Makassar tanpa ada pemberitahuan tertulis jauh sebelumnya,” ujar Amin.

Ketiga dasar yang diajukan Kusnadi ke Bank Panin Makassar saat itu masing-masing nilai taksasi dengan merujuk pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dikeluarkan resmi pihak kelurahan setempat, taksasi pihak swasta, dalam hal ini pihak properti serta taksasi dari Kantor Jasa Penilai Publik. Ketiga dasar taksasi itu berlaku untuk tahun 2013 sebagaimana diketahui aset milik Kusnadi dilelang pada tahun itu.

“Selama ini kami bertanya apa yang menjadi dasar acuan Bank Panin melelang aset Kusnadi dengan harga miring yakni hanya sebesar Rp2,5 miliar saja. Sementara dari tiga acuan dasar taksasi yang ada total aset Kusnadi nilai taksasinya semuanya menghampiri angka Rp 12 miliar lebih. Termasuk berdasar NJOP tahun itu,” ungkap Amin.

Baca Juga :  Akademisi Menilai Pengelola Kanre Rong Bisa Dijerat Pidana

Tak hanya itu, Amin mengatakan yang menjadi masalah lainnya, karena sertifikat aset berupa rumah dan tanah yang diagunkan Kusnadi ke Bank Panin Makassar juga telah beralih nama ke pihak ketiga bernama Freddy T Prasetyo warga Jalan Veteran Selatan Makassar, tanpa melalui proses roya atau melibatkan seluruh ahli waris yang memiliki hak atas aset tersebut yakni adik kandung Kusnadi, Mudrika Mawar Sari.

“Atas dasar itu, Mudrika ajukan gugatan perdata untuk menuntut taksasi aset yang sebenarnya ke Pengadilan Negeri Makassar. Kami juga akan melaporkan secara pidana mendekat ini,” tegas Amin.

Diketahui, Kusnadi awalnya mengambil kredit ke Bank Panin Makassar sebesar Rp 2,5 Miliar dengan menjaminkan aset berupa rumah dan lahan seluas 3.644 meter persegi yang merupakan milik bapak kandungnya, Hasrul Azis tepatnya pada 7 Oktober 2011.

Selama 11 bulan berjalan, Kusnadi mengaku mengalami keterlambatan pembayaran sehingga pihak Bank Panin Makassar langsung menerbitkan surat peringatan pertama (SP1) tanpa memberikan pembinaan terlebih dahulu. Selang sehari SP1 itu terbit, Kusnadi pun menyelesaikan tunggakannya. Namun pihak Bank Panin Makassar malah kembali menerbitkan surat peringatan kedua (SP2) tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga :  Jerat Erwin ke TPPU Tanda Polda Sulit Buktikan Uang Sitaan Hasil Kejahatan?

Tak ingin ribut, Kusnadi malah menyelesaikan SP2 itu. Bukannya normal, Bank Panin malah munculkan lagi SP3 lagi-lagi tanpa alasan yang jelas. Akhirnya Kusnadi kembali menyelesaikan masalah SP3 tersebut.

Selang beberapa bulan berjalan pasca SP3 itu diselesaikan, Kusnadi tiba-tiba mendapat kabar dari kerabatnya yang melihat informasi di koran jika aset yang ia jaminkan saat angkat kredit di Bank Panin Makassar sudah dilelang dan dialihkan ke pihak ketiga selaku pemenang lelang.

Hingga saat ini, status aset yang dijaminkan Kusnadi saat angkat kredit di Bank Panin Makassar, dilelang sepihak bahkan telah beralih status kepemilikan ke pihak ketiga, Freddy T Prasetyo warga Jalan Veteran Selatan Makassar. dalam hal ini pemenang lelang juga tanpa proses roya di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Aset ini memang sudah lama diincar para mafia tanah dan hanya skenario. Salah satunya, lelang sangat janggal karena hanya diikuiti oleh seorang peserta itulah Freddy selaku pemenang lelang. Itu diakui oleh legal Bank Panin Makassar, Asrul saat dalam proses mediasi sebelumnya,” Amkn menandaskan. (Kha)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

Remaja yang Hilang di Hutan Gunung Tompobulu Ditemukan Selamat

2 Juli 2022 - 02:13 WITA

Seorang Remaja Hilang di Hutan Gunung Tompobulu Maros

30 Juni 2022 - 22:44 WITA

Mahasiswi Tewas Terjatuh Dari Gedung Graha Pena

29 Juni 2022 - 14:52 WITA

Massa Seruduk Kantor BNI di Makasar, Ada Apa Yah?

27 Juni 2022 - 21:12 WITA

Buntut Promo Miras, Holywings Diminta Bersih-Bersih Rumah Ibadah

25 Juni 2022 - 22:46 WITA

Empat Petak Rumah di Jalan Mentimun Terbakar

3 Juni 2022 - 11:29 WITA

Trending di Peristiwa
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com