GOWA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan koordinasi teknis lapangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pemeriksaan bantuan buku perpustakaan yang disalurkan di wilayah Sulawesi Selatan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pemeriksaan terhadap pemanfaatan dan pengelolaan bantuan buku yang telah diterima sejumlah instansi, termasuk Lapas Narkotika Sungguminasa.
Dalam kegiatan tersebut, dua tim yang terdiri dari unsur Perpustakaan Nasional dan BPK melakukan wawancara, verifikasi data, serta memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa Gunawan menerima langsung kedatangan tim dan mendampingi proses peninjauan. Tim meninjau kondisi perpustakaan lapas serta melihat koleksi buku bantuan yang digunakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Bantuan buku tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung program pembinaan kepribadian di dalam lapas. Selain menambah koleksi bacaan, buku-buku yang tersedia juga menjadi sarana peningkatan literasi, wawasan, serta pembentukan karakter bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Gunawan menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap pengembangan perpustakaan di lingkungan lapas yang dinilai memiliki peran strategis dalam proses pembinaan.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Bantuan berupa buku untuk perpustakaan sangat berarti bagi warga binaan. Buku menjadi media pembelajaran, refleksi, dan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri,” ujar Gunawan.

Ia menambahkan, pengelolaan bantuan buku dilakukan secara bertanggung jawab dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
“Perpustakaan di dalam lapas bukan sekadar ruang membaca, tetapi ruang pembinaan. Melalui literasi, kami ingin membangun pola pikir yang lebih positif bagi WBP sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan mental yang lebih baik,” katanya.
Melalui kunjungan koordinasi teknis ini, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan komitmennya menjaga akuntabilitas pengelolaan bantuan serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai sarana pembinaan dan penguatan literasi bagi warga binaan.