MALINO – Jajaran pemasyarakatan di Sulawesi Selatan mulai memperkuat peran pembinaan berbasis produktivitas melalui kegiatan pertanian. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa turut ambil bagian dalam penanaman bibit kentang yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulsel di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Malino, Sabtu 7 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus langkah konkret mendukung ketahanan pangan nasional. Penanaman dilakukan di lahan SAE yang selama ini difungsikan sebagai ruang pembinaan kerja dan keterampilan bagi warga binaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel Rudy Fernando Sianturi, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Muhammad Ali, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Mut Zaini, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Ashari, tokoh masyarakat setempat, serta para kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan, termasuk Kalapas Narkotika Sungguminasa beserta jajaran.
Acara diawali dengan laporan ketua panitia yang menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan SAE sebagai sarana pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Setelah itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel secara resmi membuka kegiatan penanaman bibit kentang.
Dalam sambutannya, Rudy Fernando Sianturi mengatakan penanaman kentang dan sayuran merupakan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan.
Menurut dia, pemanfaatan SAE tidak hanya berfungsi sebagai tempat asimilasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang mampu menghasilkan sumber pangan.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita serta 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan mendorong pemanfaatan lahan pembinaan secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan tanam raya yang diikuti bersama oleh Kepala Kanwil, para kepala bidang, sejumlah kepala UPT Pemasyarakatan, serta jajaran terkait. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menilai program tersebut memberi dampak positif dalam pembinaan warga binaan, khususnya dalam menanamkan keterampilan dan kemandirian.
“Kegiatan ini menumbuhkan nilai tanggung jawab sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Selain itu, program ini memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan,” kata Gunawan.
Melalui kegiatan penanaman ini, pembinaan kemandirian diharapkan semakin optimal dan memberi manfaat tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Upaya tersebut sekaligus menegaskan arah pembinaan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada keberlanjutan. (Eka)