PAREPARE — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare, Marten, membuka apel pagi dengan pesan tegas kepada para peserta Magang Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan RI yang mulai menjalani program pemagangan di lingkungan Lapas, Senin (24/11/2025).
Di hadapan pegawai dan peserta magang, Marten menegaskan bahwa integritas, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi menjadi modal utama untuk menembus dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Kesempatan magang di Lapas bukan hanya soal belajar teknis pekerjaan. Yang paling penting adalah membentuk mental, karakter, dan integritas. Kami berharap adik-adik menjadikan ini ruang belajar untuk menjadi SDM yang unggul dan siap bersaing,” kata Marten dalam amanat apel.
Menurut Marten, program magang yang berlangsung hingga Mei 2026 ini merupakan kontribusi Lapas Parepare dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan berbasis praktik. Peserta magang, kata dia, akan ditempatkan pada berbagai bidang administratif dan teknis pemasyarakatan agar memahami alur kerja lembaga pemerintah secara langsung.
“Manfaatkan setiap proses. Belajar dari pegawai, dari sistem, dan dari dinamika kerja di pemasyarakatan. Ilmu praktik seperti inilah yang akan membentuk profesionalisme kalian ke depan,” ujar Marten.

Program magang Batch 2 ini merupakan kelanjutan dari Batch 1 Kemenaker yang mendapat animo besar. Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, sebelumnya menyebut pemerintah menargetkan lebih dari 80 ribu peserta untuk tahap kedua.
“Kami mengajak para generasi muda mempersiapkan diri. Batch 2 dibuka untuk memberi kesempatan lebih luas bagi calon tenaga kerja menguasai keterampilan kerja nyata,” kata Anwar dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker.
Suasana penyambutan di halaman apel Lapas Parepare berlangsung hangat. Para peserta menyampaikan antusiasmenya. Di mana mereka dapat menjalani praktik kerja di lembaga pemasyarakatan, sebuah lingkungan yang dinilai mampu memberi perspektif baru, tidak hanya soal administrasi pemerintahan, tapi juga dinamika pembinaan warga binaan.
Kehadiran peserta magang disebut memberi energi baru di lingkungan kerja Lapas. Pegawai menyambut mereka sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan pemasyarakatan.
Dengan dimulainya program ini, Lapas Parepare kembali menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas SDM nasional melalui sinergi kementerian dan lembaga. Marten memastikan bahwa seluruh proses magang akan diarahkan untuk memberi pengalaman praktik yang relevan dan membangun fondasi profesional bagi para peserta.
“Semoga dari ruang ini lahir generasi muda yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan dunia kerja,” ujar Marten menutup amanatnya. (Eka)