Bebas Tak Cukup, Harus Pulih: Upaya Lapas Sungguminasa Melawan Narkoba dengan Empati

Bebas Tak Cukup, Harus Pulih: Upaya Lapas Sungguminasa Melawan Narkoba dengan Empati.

Gowa — Tidak semua penjara itu tentang tembok tinggi dan pintu besi. Di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gowa, ada semangat yang sedang dibangun perlahan: menyembuhkan manusia, bukan hanya menghukumnya.

Kamis (23/10/2025) siang, aula lapas itu berubah jadi ruang diskusi yang lebih mirip kelas terapi ketimbang penjara. Puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagian besar mantan pecandu narkoba duduk rapi, mendengarkan seminar edukasi tentang bahaya narkoba, pentingnya menjaga pola pikir positif, dan cara mengembalikan rasa percaya diri yang lama hilang.

Bagi mereka yang sempat terjebak di lingkaran gelap narkoba, kegiatan seperti ini bukan sekadar rutinitas. Ia adalah bentuk “rehabilitasi sosial dan mental”, program unggulan yang jadi andalan Lapas Narkotika Sungguminasa dalam membangun kembali manusia yang sempat roboh.

Tidak hanya ceramah satu arah. Ada konselor pendamping dari luar lapas yang secara rutin menemani para WBP, memberi ruang untuk curhat, bercerita, dan menata ulang cara pandang terhadap hidup bebas narkoba.

Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, tampak serius tapi hangat ketika berbicara soal kegiatan ini.

“Seminar ini bukan sekadar formalitas. Ini ruang bagi mereka untuk belajar, menata diri, dan benar-benar sadar bahwa hidup bersih itu mungkin. Kami ingin mereka keluar bukan hanya bebas, tapi juga siap menjemput masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Semangat itu terasa sederhana tapi penting: di balik pagar kawat dan rutinitas pengamanan, ada upaya sungguh-sungguh untuk membangun manusia yang sempat tersesat agar kembali menjadi bagian dari masyarakat bukan momoknya.

Karena di Sungguminasa, narasi “bersih dari narkoba” bukan cuma slogan di spanduk. Ia sedang dijalankan pelan-pelan, lewat dialog, empati, dan keberanian memulihkan diri.
Dan siapa tahu, dari ruang sempit itulah, masa depan yang lebih terang mulai dirajut kembali. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Mungkin Anda Sukai
Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

error: Special Content !