Gowa – Di tengah rutinitas pembinaan warga binaan, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mulai mendorong pendekatan dakwah sebagai ruang pemulihan mental dan spiritual. Sebanyak 26 warga binaan mengikuti pelatihan dakwah yang digelar bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Selasa, 14 Oktober 2025.
Berbeda dari kegiatan keagamaan seremonial, program ini dirancang sebagai kelas praktik. Mahasiswa dari Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam terlibat langsung dalam diskusi tematik, simulasi ceramah, hingga motivasi keagamaan yang menyentuh pengalaman personal warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan yang membuka ruang belajar, bukan sekadar pengawasan.
“Selama di sini, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar dan memperbaiki diri. Kami akan terus memberi kesempatan agar warga binaan berkembang, baik secara spiritual maupun keterampilan,” kata Gunawan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pintu bagi warga binaan untuk mendapat bekal moral sekaligus kemampuan berdakwah yang santun. Tidak hanya untuk kebutuhan ibadah di dalam lapas, tetapi juga sebagai kesiapan membangun kembali kehidupan sosial setelah bebas. (Eka)