UMI Dorong Inovasi Uji Kualitas Kayu bagi UMKM lewat Teknologi Gelombang Tegangan

UMI Dorong Inovasi Uji Kualitas Kayu bagi UMKM lewat Teknologi Gelombang Tegangan.

Makassar — Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperkenalkan pendekatan ilmiah baru untuk membantu pelaku usaha kecil menengah di sektor industri kayu menilai kekuatan material secara objektif tanpa merusak bahan. Program ini menjadi bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unggulan bertema “Pelatihan Teknik Pemilahan Kayu Berdasarkan Kualitas untuk Optimalisasi Penggunaan Kayu sebagai Material Konstruksi”.

Pelatihan yang digelar di UD. Cahaya Putri, Katimbang, Paccerakkang, Makassar, melibatkan pelaku UMKM industri kayu serta mahasiswa Teknik Sipil UMI. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkenalkan metode pengujian berbasis sains yang disebut stress wave velocity atau teknik uji non-destruktif yang memanfaatkan gelombang tegangan untuk menilai kekuatan elastisitas kayu.

“Selama ini, pemilahan kayu banyak bergantung pada pengalaman visual. Kami ingin mengenalkan metode ilmiah yang lebih terukur agar hasilnya tidak subjektif,” kata Ir. Annisa Junaid, S.T., M.Eng., ketua tim pelaksana, kepada Kedai-Berita.com, Kamis (9/10/2025).

Metode stress wave velocity bekerja dengan mengukur kecepatan rambat gelombang pada kayu untuk menentukan modulus elastisitasnya yang menjadi parameter penting dalam rekayasa konstruksi. Menurut Annisa, pendekatan ini mampu mengurangi perbedaan persepsi antara penjual dan pembeli mengenai kualitas kayu, serta mendukung praktik perdagangan yang lebih transparan.

Program ini juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa. Mereka terlibat dalam simulasi pengujian, pendampingan mitra, hingga dokumentasi hasil pelatihan, yang menjadi bagian dari penerapan model experiential learning di lingkungan akademik.

Selain fokus pada pengujian material, kegiatan PKM UMI tahun ini juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam industri kayu. Anggota tim, Lutfi Budi Ilmawan, S.Kom., M.Cs., mengatakan bahwa aplikasi pengujian yang digunakan dalam pelatihan sedang dikembangkan menjadi versi mobile berbasis Android.

“Kami ingin memastikan teknologi ini dapat diakses langsung di lapangan, tanpa harus menggunakan perangkat komputer. Dengan aplikasi mobile, pelaku usaha bisa menguji kayu secara cepat dan efisien,” ujar Lutfi.

Program berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 dengan dukungan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI. Melalui inisiatif ini, UMI menegaskan peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara riset akademik dan penerapan teknologi di sektor riil, khususnya dalam mendukung pembangunan industri konstruksi yang berkelanjutan di Indonesia Timur. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Mungkin Anda Sukai
Wisuda UKI Paulus, 577 Lulusan Dilantik

Wisuda UKI Paulus, 577 Lulusan Dilantik

Pramuka Warga Binaan Rutan Makassar Ikuti Lomba Adzan, Latih Iman dan Karakter

Pramuka Warga Binaan Rutan Makassar Ikuti Lomba Adzan, Latih Iman dan Karakter

Lapas Kelas IIB Maros Gelar Ujian Paket A, B, dan C bagi 13 Warga Binaan

Lapas Kelas IIB Maros Gelar Ujian Paket A, B, dan C bagi 13 Warga Binaan

error: Special Content !