Pangkep — Upaya pencegahan penyakit menular di ruang terbatas semakin mendesak. Rutan Kelas IIB Pangkajene memulai skrining tuberkulosis skala besar dengan rontgen dada bagi ratusan warga binaan, Rabu 24 September 2025.
Program ini merupakan bagian dari Active Case Finding (ACF TBC CXR) yang digulirkan serentak oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama Kementerian Kesehatan RI.
Lebih dari 292 orang warga binaan ditargetkan mengikuti pemeriksaan selama dua hari. Tahapan meliputi skrining gejala, rontgen dada, hingga uji molekuler cepat untuk memastikan deteksi dini.
“Kami berkomitmen menjamin hak kesehatan warga binaan sekaligus menekan risiko penularan TBC di lingkungan rutan,” kata Kepala Rutan Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo.
Program ini berjalan berkat sinergi lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Puskesmas Bungoro, dan Tirta Medical Center Makassar. Rutan Pangkep menjadi satu dari 531 unit pemasyarakatan di seluruh Indonesia yang diwajibkan menjalankan skrining berdasarkan edaran Ditjenpas.
Tuberkulosis masih menjadi ancaman kesehatan publik terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas ruang tahanan yang padat, skrining dini menjadi langkah penting mencegah penyebaran. Pemeriksaan rontgen dada dan tes cepat molekuler diharapkan memberi gambaran akurat kondisi kesehatan warga binaan sekaligus memperkuat strategi pengendalian penyakit menular di dalam sistem pemasyarakatan. (Thamrin/Eka)