Makassar – Di balik jeruji besi, semangat kebersamaan dan harapan masa depan masih tumbuh. Lapas Narkotika Sungguminasa ikut serta dalam Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan 2025, sebuah ajang yang menggabungkan disiplin pramuka dengan misi besar pembinaan warga binaan.Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas I Makassar, 18–20 September, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi.
Ia menegaskan, pramuka bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan ruang untuk menanamkan disiplin, cinta tanah air, serta keterampilan hidup yang akan menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke masyarakat.
Ketua Kwartir Cabang Makassar, Fatmawati Rusdi, menambahkan harapannya agar para peserta, khususnya warga binaan, menyelami nilai gotong royong dan kemandirian yang menjadi inti gerakan pramuka.
“Jadikan perkemahan ini titik awal untuk menata diri dan membentuk karakter baru,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi Pioneering Menara Pandu, Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Terapan, Hasta Karya, Tari Semaphore, hingga pelatihan keterampilan dasar kepramukaan.
Menurut Ketua Panitia, Yohanis Varianto, seluruh agenda dirancang berlandaskan prinsip pembinaan pemasyarakatan yang dikawinkan dengan nilai-nilai pramuka.
Bagi Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, keikutsertaan ini memiliki makna lebih dari sekadar partisipasi. “Pramuka menanamkan disiplin, kemandirian, serta semangat positif yang akan menjadi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat. Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan,” tegasnya.
Dengan tema “Tangguh Dalam Cobaan, Tumbuh Dalam Pembinaan”, perkemahan ini bukan hanya perayaan kepramukaan, melainkan simbol sinergi antara pemasyarakatan dan gerakan pramuka. Dari lapangan perkemahan yang sederhana, lahir harapan besar: warga binaan yang lebih siap menatap masa depan dengan bekal karakter, keterampilan, dan semangat baru. (Eka)