Makassar- Di balik tembok tinggi dan pagar kawat berduri Rutan Kelas I Makassar, upaya melawan salah satu penyakit paling mematikan dunia tengah berlangsung.
Selama sepuluh hari, ribuan warga binaan dan petugas rutan menjadi bagian dari program Active Case Finding (ACF), sebuah skrining massal Tuberkulosis (TBC) yang digadang sebagai kunci deteksi dini dan pencegahan penularan.
Dengan target 2.258 orang, kegiatan yang berlangsung 8–18 September 2025 itu dilakukan melalui tiga tahap: skrining gejala, pemeriksaan Chest X-Ray, dan uji Tes Cepat Molekuler (TCM). Pola deteksi berlapis ini dirancang untuk memastikan setiap kasus TBC dapat ditemukan secepat mungkin sebelum menyebar di ruang-ruang padat rutan.
Kolaborasi Rutan Makassar dengan Puskesmas Mangasa serta vendor X-Ray Tirta Medical Center ini juga diawasi langsung oleh perwakilan Kanwil Kemenkumham Sulsel, Rusdi. Kepala Rutan menegaskan, kesehatan warga binaan adalah pondasi pembinaan.
“Mencegah penyebaran penyakit berarti menjaga hak dasar setiap orang untuk tetap sehat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pemeriksaan medis, ACF ini menjadi simbol komitmen pemasyarakatan dalam menyokong target nasional Indonesia Bebas TBC 2030. Di ruang di mana kebebasan terbatas, kesehatan diposisikan sebagai hak yang tak boleh ditawar. (Eka)