Di balik tembok Rutan Kelas IIB Pangkep, langkah kecil menuju perubahan mulai dirintis, Senin (25/8/2025). Sejumlah warga binaan mengikuti kegiatan orientasi awal rehabilitasi, sebuah pintu masuk menuju perjalanan panjang membangun kembali pola hidup yang lebih sehat.
Orientasi ini menghadirkan Amri, Konselor Adiksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan bahasa sederhana, ia memberi gambaran tentang tujuan dan manfaat program yang akan dijalani.
“Rehabilitasi bukanlah beban, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya memberi semangat.
Suasana yang tercipta hangat dan penuh keterbukaan. Peserta diajak melihat rehabilitasi bukan sekadar kewajiban, melainkan ruang aman untuk belajar mengenali diri, menata emosi, dan berlatih kebiasaan baru yang lebih sehat.
Kasubsi Pelayanan, Djufri Rasyid, menegaskan bahwa orientasi menjadi fondasi penting sebelum tahapan berikutnya dijalankan.
“Setelah orientasi ini, kami akan melanjutkan dengan konseling dan pembinaan secara berkala. Harapan kami, proses ini dapat membantu warga binaan berubah menjadi pribadi yang lebih baik sebelum kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Program rehabilitasi di Rutan Pangkep dijalankan dengan dukungan berlapis, dari petugas internal hingga kolaborasi dengan BNN. Semua diarahkan agar layanan pembinaan tak hanya memenuhi standar, tetapi juga benar-benar memberi arti bagi kehidupan para peserta.
Bagi warga binaan, program ini adalah undangan untuk merajut kembali harapan. Satu langkah kecil yang bisa membuka jalan menuju masa depan baru yang lebih sehat, lebih bermakna, dan lebih siap menyatu kembali dengan masyarakat. (Eka)