Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (24/7/2025). Sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) tampak khusyuk mengikuti pembinaan rohani sesuai keyakinan masing-masing. Yang menarik, kegiatan ini dilakukan secara bersamaan dalam semangat toleransi beragama.
Warga binaan beragama Islam menjalani ceramah dan kajian agama bersama Ustaz Muh. Khaerul, sedangkan warga binaan Nasrani mengikuti ibadah dan pembinaan spiritual yang dipimpin Pendeta Bernardus. Keduanya dilaksanakan di ruang terpisah namun tetap dalam satu lingkungan Rutan.
Kepala Rutan Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo, menjelaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan program berkelanjutan yang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan narapidana.
“Kami berikan ruang bagi setiap warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Melalui pembinaan rohani, kami berharap mereka semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai toleransi juga tumbuh dari kegiatan seperti ini,” ujar Irphan.
Lebih dari sekadar rutinitas ibadah, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran sosial, di mana warga binaan dibiasakan untuk menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara harmonis.
Program ini pun menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Rutan tak melulu soal disiplin dan aturan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan. Rutan Pangkep menjadikan pembinaan rohani sebagai salah satu upaya membangun harapan dan memperbaiki masa depan para warga binaan. (Eka)