Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba menggelar skrining Napza terhadap warga binaannya sebagai bagian dari Program Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rutan Masamba, Senin (21/7/2025), dan dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Syamsul Bahri bersama jajaran pejabat struktural dan Tim Rehabilitasi Rutan Masamba.
Skrining dilakukan dengan menggunakan instrumen WHO-ASSIST V3.1, sebuah alat standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menilai tingkat risiko penggunaan zat psikoaktif (Napza) pada individu.
Sebanyak 40 warga binaan mengikuti skrining ini, terdiri dari 36 laki-laki dan 4 perempuan. Hasil skrining ini akan menjadi dasar penentuan warga binaan yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program rehabilitasi selanjutnya.
Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Rutan Masamba dalam mewujudkan pembinaan yang menyeluruh.
“Skrining ini adalah langkah awal untuk mengidentifikasi kondisi penyalahgunaan Napza dan menyusun program rehabilitasi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya fungsi perawatan dalam sistem pemasyarakatan modern.
Dengan pelaksanaan skrining ini, Rutan Masamba menegaskan dukungannya terhadap rehabilitasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penyalahgunaan zat terlarang. (Eka)