Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba terus menguatkan komitmennya dalam pembinaan spiritual warga binaan. Bekerja sama dengan Wahdah Islamiyah Luwu Utara melalui Departemen LP2DQ (Khidmat Qur’an), Rutan Masamba menyelenggarakan program intensif Tahsin Al-Qur’an yang digelar rutin setiap Sabtu pukul 16.00 WITA di Masjid Al-Hijrah dalam lingkungan rutan.
Program yang telah berlangsung sejak Juni 2025 ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai dengan kaidah tajwid. Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan menyeluruh yang tidak hanya menitikberatkan aspek fisik dan disiplin, tetapi juga rohani.
“Program ini dirancang untuk membantu warga binaan memperbaiki bacaan Al-Qur’an dengan pendekatan yang sistematis. Kami ingin mereka tidak hanya menghafal, tapi juga memahami cara membaca yang benar,” ujar Syamsul Bahri.
Kegiatan ini menggunakan metode small group learning yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Menurut Ustadz Ardian Chandra Hariady, Koordinator Wahdah Islamiyah Luwu Utara, setiap kelompok terdiri dari peserta yang dibagi berdasarkan tingkat pemahaman awal mereka.
“Setiap sesi mencakup pembelajaran kaidah tajwid, praktik membaca tartil, evaluasi mingguan, hingga pembimbingan individual bagi peserta yang memerlukan pendalaman lebih,” jelasnya.
Antusiasme warga binaan terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap pertemuan. Salah satu peserta mengaku kini lebih memahami makhraj huruf dan kaidah tajwid yang sebelumnya belum dipahami. “Saya lebih percaya diri membaca Al-Qur’an sekarang,” tuturnya.
Meski digelar dalam lingkungan terbatas, pelaksanaan program tetap memperhatikan aspek keamanan. Kepala Pengamanan Rutan, Muhammad Akbar, memastikan bahwa kegiatan berlangsung kondusif dengan pengawasan ketat tanpa mengurangi kenyamanan belajar.
Ke depan, program ini akan terus dikembangkan. Rutan Masamba menargetkan adanya sertifikasi kemampuan baca Al-Qur’an, pembentukan kelompok tahsin mandiri, serta pelatihan berkala bagi para pengajar.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pembinaan menyeluruh bagi warga binaan, termasuk dari sisi keagamaan.
“Target kami, dalam tiga tahun ke depan mayoritas warga binaan mampu membaca Al-Qur’an dengan kaidah yang benar,” tutup Syamsul Bahri. (*/Eka)