Rutan Kelas I Makassar terus mengembangkan inovasi melalui program budidaya tanaman hidroponik. Pada Jum’at (28/2/2025), dilakukan pemantauan terhadap pertumbuhan kangkung dan pakcoy sebagai bagian dari program akselerasi yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Program ini merupakan wujud komitmen Rutan Makassar dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan Rudy Fernando Sianturi, beserta pejabat struktural dan seluruh pegawai baik dari Kanwil Ditjenpas Sulsel dan Rupbasan Makassar yang berkunjung untuk melihat perkembangan hasil uji coba hidroponik menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Rutan Kelas I Makassar dan jajaran atas inovasinya dalam mendukung program pemasyarakatan.
“Terima kasih kepada Karutan Makassar dan jajaran karena telah mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, semoga berkelanjutan dan dapat terus dipertahankan,” ujar Rudy.
Kepala Seksi Pengelolaan, Rustanto, selaku penanggungjawab uji coba hidroponik menjelaskan bahwa budidaya hidroponik menjadi salah satu langkah strategis dalam mengoptimalkan ruang terbatas untuk bercocok tanam.
“Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan WBP agar memiliki keterampilan baru yang bermanfaat setelah menjalani pidana dalam Rutan Makassar,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan di area hidroponik yang dikelola sejak Januari 2025 ini telah berkali-kali mengalami gagal panen.
Pada Akhir Februari, pertumbuhan tanaman kangkung dan pakcoy akhirnya menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan daun-daun segar yang siap panen. Dalam kesempatan tersebut, petugas dan WBP bersama-sama mengevaluasi sistem irigasi dan pemeliharaan tanaman untuk memastikan hasil panen optimal. (*/Thamrin/Eka)