
Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen mengikuti kegiatan perayaan Ibadah Natal Bersama, Kamis (14/12/2023).
Dalam sambutannya, PLH Kepala Lapas IIA Parepare Bahri menyampaikan bahwa perayaan Natal Bersama Petugas dan WBP Lapas Kelas IIA Parepare, merupakan kebijakan pihak Lapas terhadap Petugas dan WBP yang beragama Kristen.
Kegiatan serupa, kata dia, juga telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
“Perayaan Natal ini selalu dilakukan setiap tahunnya,” ucap Bahri.
Ia menyebutkan, melalui perayaan Natal ini diharapkan mereka akan semakin mendekatkan diri pada Tuhannya, sehingga dengan begitu warga binaan akan sadar dan berpikir akan perbuatannya yang melanggar baik dari sisi hukum maupun dari sisi agama.
“Pelaksanaan Ibadah Perayaan Natal ini merupakan bentuk toleransi dan pemenuhan akan hak warga binaan untuk dapat melaksanakan perayaan keagamaan sesuai kepercayaan yang dianut, terkhusus warga binaan yang beragama Kristen,” ujar Bahri.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bimnadik, Muchamad Zaenal Fanani yang sekaligus Ketua Panitia Natal Bersama menjelaskan bahwa Ibadah Perayaan Natal ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan yang berkaitan dengan bidang kerohanian dan juga pemenuhan hak untuk melaksanakan perayaan keagamaan.
Meskipun, kata dia, dengan sarana dan prasarana yang sederhana, pelaksanaan Ibadah keagamaan di Lapas IIA Parepare terus dilaksanakan.
“Kegiatan natal hari ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap warga binaan yang telah aktif dan giat mengikuti program pembinaan yang kami sediakan,” tutur Zaenal.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Parepare dan Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG) Kota Parepare.
Ibadah Natal Bersama dipimpin langsung oleh Pdt. Latiang dari Gereja Toraja Jemaat Parepare.
Adapun perayaan Natal Tahun 2023 kali ini mengangkat tema ”Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” yang diartikan bahwa Natal ini membawa makna yang dalam bagi umat Kristiani di Indonesia.
Natal bukan hanya perayaan tentang kelahiran Yesus, tetapi juga peristiwa di mana kehadiran-Nya menjadi penanda sukacita. Sukacita ini tercermin dalam nyanyian para malaikat yang menyambut kelahiran Yesus Kristus, sebagaimana yang disebutkan dalam Lukas 2:14.
Di samping petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengikuti kegiatan perayaan Ibadah Natal juga diikuti oleh jemaat dari perwakilan gereja se-kota Parepare,
“Termasuk saudara kita yang beragama Kristen dari Kejaksaan Negeri Parepare, Pengadilan Negeri Parepare, Kepolisian Resort Kota Parepare, Kodim 1405 Parepare, Kantor Kementerian Agama Parepare, Kantor Imigrasi II TPI Parepare, Kantor Pos Kota Parepare, Bank Mandiri Parepare, Bank BRI Parepare, RSUD Fatima dan Andi Makasau Kota Parepare, PDAM Tirta Karajae Parepare,” ungkap Zaenal. (Eka)