Kepala Lapas IIA Parepare didampingi oleh Kepala Seksi Bimnadik Simung dan Kasubsi Bimkemas Ahmad Sutoyo memantau langsung pelaksanaan kegiatan Skrining TBCMetode Chest X-ray (Mobile Rontgen) kepada 200 orang WBP yang telah dilakukan pendaftaran, pendataan dan pengisian formulir sebelumnya.
Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Kesehatan dan Rehabilitasi itu dilaksanakan secara bertahap untuk 605 orang WBP.
Kepala Lapas IIA Parepare, Totok Budiyanto mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan Surat Direktur Perawatan Kesehatan Dan Rehabilitasi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.06-PK.06.07-710 tentang Skrining TBC dengan Intervensi Rontgen Dada.
Adapun tujuannya, kata dia, untuk mengoptimalkan angka penemuan kasus TBC secara aktif dan masif pada kelompok komunal yg berisiko tinggi/ rentan terhadap penularan/ penyebaran di dalam komunitas khususnya Lapas/ Rutan.
“Teknis pelaksanaan kegiatan pemeriksaan diawali dengan pendaftaran pendataan dan pengisian formulir, selanjutnya dengan bantuan petugas, satu per satu Warga Binaan masuk ke dalam unit kendaraan bus yang dilengkapi dengan teknologi sinar X-Ray,” ucap Totok, Senin (9/10/2023).

Dia menyebutkan, kegiatan Active Case Finding/ACF ditujukan kepada 206.330 Tahanan/Narapidana/Anak/Anak Binaan di 374 Lapas/Rutan pada 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dengan target pada masing-masing UPT Pemasyarakatan.
Kegiatannya, lanjut Totok, berupa Skrining Gejala oleh petugas kesehatan di UPT Pemasyarakatan, Skrining Chest X-ray (Mobile Rontgen) oleh pihak penyedia jasa yang telah ditetapkan dari pusat dan pemeriksaan Tes Cepat Molekular/TCM bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat.
Dalam pelaksanan kegiatan dimaksud, kata Totok, dilakukan pendampingan dari Dinas Kesehatan setempat. Di mana untuk Skrining gejala dilakukan oleh petugas kesehatan dari Lapas Kelas IIA Parepare masing-masing dr. Zulkifli Damis, Sarini Aksa, Wildaria Amir, Rafika Sukri.
Sementara untuk kegiatan Skrining CXR dilakukan oleh tim vendor X-Ray Tirta Medical Center (TMC) serta pemeriksaan sputum TCM dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Parepare yang diwakili oleh Suhartini Irayansyah dan dari Puskesmas Lompoe masing-masing Irma, Yuyun Ayunda.
“Pelaksanaan kegiatan selama 4 hari kerja terhitung sejak 9 hingga 12 Oktober 2023,” tutur Totok.

Ia mengatakan, apabila ada Warga Binaan dengan hasil Rontgen yang mengindikasikan adanya infeksi TBC, maka akan dilakukan pemeriksaan dahak dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan pengobatan lebih lanjut.
Langkah cepat dan tanggap, kata Totok, akan diakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit TBC ini. Apabila Warga Binaan ada yang terindikasi maka akan segera ditangani oleh petugas medis dengan penanganan yang tepat.
“Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tertib serta tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Totok.
Diketahui, rencana pelaksanaan kegiatan Skrining Active Case Finding (ACF) TBC dengan Chest X-Ray (CXR) kepada 605 orang Warga Binaan Lapas IIA Parepare bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare dan Puskesmas Lompoe. Adapun Skrining CXR dilakukan oleh tim vendor X-Ray Tirta Medical Center (TMC).
Lapas IIA Parepare sendiri bertekad meningkatkan kualitas pelaksanaan pelayanan bimbingan dan pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan.
“Kami bangga dan bahagia bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga binaan pemasyarakatan dan masyarakat,” Totok menandaskan. (Eka)