Kepala Lapas IIA Parepare, Totok Budiyanto AmdIP, SH membuka program ajaran baru Tahun 2023 semester I Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C bagi Warga Binaan Pemasyarakatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare.
Kegiatan pembukaan program ajaran baru tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 Wita hingga selesai di Lapas Kelas IIA Parepare,
Totok menyebutkan kegiatan pendidikan kesetaraan paket A, B dan C diikuti oleh peserta didik baru yang berjumlah 34 orang warga binaan Lapas IIA Parepare.
Program pendidikan kesetaraan paket A, kata dia, berjumlah 10 orang, paket B berjumlah 10 orang dan paket C berjumlah 14 orang.
Totok berharap warga binaan yang tidak tamat SD, SMP dan SMA dapat melanjutkan program pendidikan kesetaraan ini.
Paket A, kata dia, adalah pendidikan kesetaraan untuk peserta didik setara SD. Paket B adalah pendidikan kesetaraan untuk peserta didik setara SMP serta paket C adalah pendidikan kesetaraan untuk peserta didik setara SMA.
Dia menyebutkan kejar paket A, B, dan C merupakan solusi bagi warga binaan Lapas IIA Parepare yang putus sekolah namun ingin memiliki pengetahuan, kemampuan dan ijazah setara dengan SD, SMP, dan SMA.
“Nantinya warga binaan sebagai siswa didik akan mendapatkan pelajaran setara sesuai dengan tingkatannya,” ucap Totok tampak didampingi Ahmad Sutoyo, Amd.IP, SH selaku Kasubsi Bimkemas dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare didampingi oleh Simung, S.Ag, M.Si selaku Kepala Seksi Bimnadik,
Adapun kegiatan pembelajaran kejar paket, kata Totok, dilaksanakan secara fleksibel dibandingkan dengan sekolah formal artinya pembelajaran dilaksanakan tidak penuh dalam sepekan, melainkan hanya dilaksanakan 3 kali dalam sepekan.
“Pembelajaran dimulai pukul 09.00 Wita sampai dengan 12.00 Wita,” tutur Totok.
Marni selaku penanggung jawab kegiatan pendidikan kesetaraan paket A, B dan C dalam sambutannya mengatakan agar warga binaan selaku siswa didik untuk mengikuti pelajaran dengan disiplin, bersungguh-sungguh dan menghargai serta menghormati gurunya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare, kata dia, telah menetapkan 6 orang guru sebagai tenaga pengajar pendidikan kesetaraan paket A, B dan C di Lapas IIA Parepare. Selain ia yang juga ditunjuk sebagai guru mata pelajaran PPKN, Sosiologi, Bahasa Indonesia dan IPS, juga ada guru mata pelajaran Matematika, Ekonomi dan Bahasa Indonesia yang diamanahkan kepada Ida Wahyuni.
Kemudian ada Jawisa selaku guru mata pelajaran Matematika, IPA, Sejarah. Rismayani selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Sejarah, Sukmawati yang bertindak sebagai guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan TIK serta Rajaif Umar ditunjuk sebagai guru mata pelajaran PJOK dan SBDK.
“Nantinya setelah warga binaan menyelesaikan pendidikan kesetaraan mendapatkan ijazah,” ucap Marni.
Ijazah, kata dia, sebagai tanda kelulusan yang kemudian dapat dipakai untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik ke sekolah menengah ataupun ke perguruan tinggi, atau bagi yang hendak langsung bekerja, Ijazah juga dapat dipergunakan sebagai kelengkapan persyaratan lamaran kerja.
“Hal ini sesuai dengan harapan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bahwa program pembinaan dan bimbingan kepada warga binaan yang telah dilaksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare bisa bermanfaat setelah bebas nantinya. Ditambahkan dengan program pelatihan kemandirian bersertifikasi,” terang Marni.
Akhir kegiatan dilaksanakan pembagian peralatan sekolah secara gratis berupa buku dan alat tulis yang akan dipergunakan proses belajar mengajar siswa didik baru.
Tidak ada halangan untuk menimba ilmu biarpun sementara menjalani masa pidana di Lapas warga binaan dapat menyelesaikan studinya.
“Kami merasa bangga dan bahagia dapat memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan. Warga binaan adalah bagian anak bangsa yang harus dicerdaskan melalui pendidikan kesetaraan,” tutur Totok.
Lapas Kelas IIA Parepare dibawah kepemimpinannya akan terus bekerja sama dengan seluruh jajaran melakukan pembenahan secara menyeluruh baik bidang pembinaan, bimbingan, pelayanan dan keamanan serta ketertiban.
Seluruh pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tertib aman dan terkendali serta tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Totok tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare beserta jajaran dan seluruh Pejabat Struktural Eselon IV, V beserta jajarannya serta Komandan Regu pengamanan beserta jajaran pada Lapas IIA Parepare yang telah bekerja keras kerja cerdas dan kerja ikhlas sehingga pelaksanaan kegiatan hari ini berjalan lancar dan tertib. (Eka)