Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulsel Ismu Iskandar mengatakan memang benar pihaknya telah melakukan kegiatan pemantauan dan pengawasan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah sekolah di wilayah Sulsel dan ada tim yang turun.
Adapun menyangkut pemberitaan kemarin, kata Ismu, itu informasinya masih bersifat sangat mentah dan belum resmi keluar dari kantor perwakilan dan dia sendiri selaku penanggungjawab perwakilan belum tahu sama sekali serta belum mendapatkan laporan.
“Jadi memang perlu dan masih diolah di internal mengenai apa-apa yang telah dikerjakan dan ditemukan oleh tim di lapangan,” kata Ismu via telepon, Kamis (6/7/2023).
Ismu berharap penjelasannya ini sekaligus sebagai hak jawab pihaknya untuk meluruskan informasi pemberitaan yang telah ditayangkan sebelumnya.
Ia menyebutkan pihaknya belum mendapatkan laporan tertulis menyangkut informasi terkait adanya dugaan oknum pejabat pemerintahan, berseragam Polisi hingga oknum berseragam militer yang diduga mengurus kerabatnya masuk di sekolah favorit di Makassar tanpa melalui prosedur atau juknis sesuai ketentuan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang ada.
“Sampai saat ini belum ada dibahas di level perwakilan karena belum ada laporan tertulis yang masuk sehingga saya belum bisa mengatakan itu statusnya seperti apa,” ucap Ismu.
Kalau pun ada, kata Ismu, itu hanya sebatas indikasi dari proses pengawasan yang telah dilakukan pihaknya dan bukan proses pemeriksaan yang sudah bisa dijamin kebenarannya.
“Jadi itu sifatnya masih pemantauan dan mentah,” kata dia.
Saat dipertegas kembali mengenai informasi temuan yang dimaksud apakah betul indikasi tersebut ada atau tidak, Ismu mengatakan jika dilihat dari rilis yang ada, indikasi itu kemungkinan ada namun masih butuh diverifikasi atau telaah lebih jauh dan itu butuh proses dan lainnya serta mekanismenya beda.
“Karena yang turun kemarin itu adalah timnya pencegahan. Kalau sudah masuk ke pemeriksaan itu timnya beda dan mekanismenya juga beda. Jadi mestinya data yang kemarin itu masih dikonsumsi internal untuk kami olah dan dikaji lebih jauh dan kalau memungkinan baru akan ditingkatkan diinisiasi untuk diinvestigasi,” ucap Ismu.
Ia menyebutkan tahapan awal yang dilakukan pihaknya jika ada informasi yang masuk, itu terlebih dahulu diproses atau diolah terlebih dahulu dan jika nantinya dinyatakan cukup baru di bawah ke proses pleno dan selanjutnya.
“Jadi demikian prosesnya di kita,” kata Ismu. (Eka)