Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Politik · 17 Nov 2021 23:22 WITA

Pemimpin Masa Depan, Satryo SH: Jangan Pikirannya ‘Komisi Persen’


 Pemimpin Masa Depan, Satryo SH: Jangan Pikirannya ‘Komisi Persen’ Perbesar

Satryo nama lengkapnya. Pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 3 Februari 1963 ini merupakan anak ke 5 dari 7 bersaudara. Kedua orang tuanya pensiunan TNI-AD. Pria lulusan Universitas Tanjungpura Pontianak jurusan Hukum Tata Negara ini membawanya bergelar sarjana hukum (SH) ditempuh selama 3,6 tahun.

Satryo Peduli, itulah tekadnya. Calon Pemimpin Masa Depan diharapkan masyarakat lebih perhatian kepada rakyat yang selama ini belum disuarakan.

“Kaleidoskop dari tahun ke tahun belum ada yang memperjuangkan kebutuhan perekonomian pedagang kaki lima di Kota Pontianak ini,” ucap Satryo di bilangan jalan utama di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 17 November 2021.

Dia mengamati, adanya wabah pagebluk COVID-19 membuat ekonomi rakyat semakin terpuruk. Terasa sekali. Diharapkan ada yang mendengar aspirasi keinginan rakyat tersebut untuk mencarikan solusi.

Baca Juga :  Ichsan Yasin Limpo Serap Aspirasi Kelompok Tani Sinjai

“Bukan malah membebankan rakyat. Pemimpin itu peka tentunya dapat meringankan beban rakyat di tengah kesusahan beginian,” ucap Satryo seraya mencontohkan cabut PPKM agar interaksi sektor usaha mereka bisa berjalan normal seperti sedia kala.

Memikirkan Pembangunan

Tata ulang PKL atau pedagang kaki lima, Satryo bilang dengan cara memberikan bantuan modal dan gerobak yang seragam dengan desainya yang indah. Tujuannya, agar Kota Pontianak ini tertata rapi estetikanya dengan menentukan titik tertentu.

“Agar Kota Pontianak tidak Kumuh lagi,” ucap Satryo. Jikalau berbicara dana tentunya dianggarkan oleh pemerintah setempat dan jalin pelaku usaha untuk peduli kepada PKL dengan CSR-Nya.

“Saya rasa beres. Jangan kotanya berubah dengan pembangunan yang menelan banyak anggaran, tetapi masyarakatnya dibiarkan dengan masalah kebutuhan hidup dan usaha kecilnya,” ucapnya mengingatkan, di mana letak kemanusiaan dan kebersamaanya selaku umat manusia.

Baca Juga :  Partai Ummat Selayar Optimis Lolos Verifikasi di Pemilu Mendatang

“Pemimpin itu memikirkan pembangunan. Jangan pula pikirannya ‘komisi persen’ dari anggaran yang dikeluarkan,” kata Satryo.

Kembali dia mengingatkan, seharusnya jiwa dan raga masyarakat yang menjadi prioritas. Tujuannya jelas, agar sehat dan sejahtera dalam bermasyarakat.

“Maka, masyarakat cerdas pilihlah pemimpin masa depan yang Pro kepada masyarakat. Insya Alloh, pasti Alloh Ridho. Ingat, hak pilih Anda jangan mudah dibayar dengan uang,” ucap Satryo SH. (Uken)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

PUKAT Nilai Wali Kota Makassar Tak Paham Hirarki Hukum

16 Maret 2022 - 10:17 WITA

Andi Ina Buka Turnamen Usia Dini Karang Taruna Turatea Cup I

6 November 2021 - 10:54 WITA

Abraham Samad Digadang-Gadang Sebagai Figur Capres Dari Indonesia Timur

6 November 2021 - 09:08 WITA

Zainal Arifin Blak-Blakan Soal Dualisme Kepengurusan Karang Taruna di Sulsel

4 November 2021 - 11:13 WITA

Partai Ummat Selayar Optimis Lolos Verifikasi di Pemilu Mendatang

30 Oktober 2021 - 20:39 WITA

Penjelasan Sekertaris Hanura Sinjai Soal Kericuhan di Musdalub

29 Oktober 2021 - 18:45 WITA

Trending di Politik
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com