Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Edukasi · 20 Jun 2021 14:24 WITA

Prof Ahmad Thib Raya Peroleh Pin Emas UMI Makassar


 Prof Ahmad Thib Raya Peroleh Pin Emas UMI Makassar Perbesar

Mantan Pelaksana Tugas Sementara (PGS) Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof.Dr. Ahmad Thib Raya, M.A. memperoleh penghargaan Pin Emas dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Rektor UMI Prof.Dr.H.Basri Modding, S.E., M.Si dalam suratnya yang dikirim kepada Prof. Ahmad Thib Raya pada tanggal 15 Juni 2021 menyebutkan, penghargaan pin emas tersebut bertajuk “Sebagai Tokoh Dakwah yang telah berkontribusi bagi pengembangan UMI”, Ahmad Thib Raya kerap hadir di UMI membawakan materi berbagai kegiatan.

Sebelum pindah ke Jakarta, dia termasuk salah seorang dosen luar biasa di perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia Timur tersebut.

Kepada media cetak, elektronik, dan online, Rektor Prof H. Basri Modding mengatakan, prosesi penyerahan pin emas UMI akan dilangsung pada saat puncak acara Milad ke-67 mendatang dengan tetap menaati protkes Covid-19 yang bukan saja sebatas mengenakan masker, mengatur jarak, dan cuci tangan, tapi juga ruangan pertemuan (auditorium Al Jibra) terlebih dahulu disterilkan dengan penyemprotan insfektan dan membatasi undangan offline.

Baca Juga :  Akademisi Dukung Langkah ACC Gugat Sekwan DPRD Makassar ke KIP

Prof. Thib, demikian dia akrab disapa, ketika dihubungi dari Makassar menjelaskan, penghargaan itu akan diserahkan pada tanggal 23 Juni 2021 bertepatan dengan peringatan Milad ke-67 Universitas Muslim Indonesia.

Thib akan hadir bersama istrinya Prof.Dr.Hj Siti Musdah Mulia, M.A. yang juga merupakan salah seorang Tokoh Wanita Muslim Indonesia.

Anak kedua pasangan KH Muhammad Hasan,B.A. – Hj Zainab H.Yakub yang dilahirkan di Kanca Bima 21 April 1955 ini, meraih gelar sarjana muda lengkap (B.A., 1977) dan menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Adab IAIN (UIN) Alauddin 1980 dan meraih gelar sarjana bahasa Inggris di IKIP Ujungpandang pada tahun 1986 bersamaan dengan adiknya, Hamdan Zoelva, Ketua Mahkamah Konstitusi 2013-2015 meraih gelar sarjana hukum di Universitas Hasanuddin.

Thib kemudian meraih gelas Master of Arts (M.A.) dalam Bidang Kajian Islam di IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (1991) dan doktor dalam Bidang Bahasa Arab di perguruan tinggi yang sama. Pada tahun 1999, Thib memperioleh jabatan guru besar dalam usia 44 tahun.

Baca Juga :  D'Fashion dan Toserba Melanggar, Toleransi atau Sanksi?

Tak lama setelah dikukuhkan sebagai guru besar, ternyata UIN Jakarta memanggilnya hijrah ke Jakarta. Di Universitas Negeri Islam ini, Thib memperoleh amanat sebagai Ketua Jurusan Tafsir Hadis Program Pascasarjana IAIN Jakarta (2002-2005), Asisten Direktur Program Pascasarjana UIN Jakarta (2005-2007); Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta (2007-2011); Pengganti Sementara (PGS) Rektor UIN Alauddin Makassar, Januari s.d. September 2015.

Tak hanya itu, Thib juga diamanatkan sebagai Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, 2015-2018; dan kini sebagai Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten, 2018-sekarang.

Setelah hijrah ke Jakarta, peluang dan berkah karier kehidupan Thib seolah “berlimpah”. Dia dipercaya dan memperoleh tugas mengajar di beberapa perguruan tinggi yang ada di Jakarta, seperti Institut Ilmu Alquran Jakarta, STAI Nahdlatul Ulama Jakarta, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Institut PTIQ Jakarta.

Selain itu, ia juga aktif mengajar di beberapa Program Pascasarjana yang ada di luar Jakarta, seperti Program Pascasarjana IAIN Ternate, Program Pascasarjana IAIN Lampung, Program Pascasarjana IAIN Bengkulu, memberi kuliah Umum di beberapa Perguruan Tinggi, baik Negeri maupun Swasta dan mengajar di berbagai Majlis Pengkajian Islam, seperti Pengkajian Islam al-Sakinah Jakarta, Pengkajian Islam Al-Hikmah Jakarta, Pengkajian Duha Masjid Agung Sunda Kelapa, Pengkajian Duha Majid Agung at-Tin Jakarta, dll.

Baca Juga :  Perbup Takalar Dinilai Labrak Perpres, Akademisi UMI: Itu Jelas Cacat Hukum

Ia juga pernah menjadi Profesor Tamu (Visiting Professor) selama 2 tahun di Universitas Malaya, Kualalumpur dan terakhir, Prof.Thib memimpin Forum Ilmuwan Bima Dompu se-Indonesia yang berhasil mewujudkan hadirnya perguruan tinggi negeri (IAIN) di Bima, yang diharapkan pada tahun 2021 sudah akan menerima mahasiswa baru.

Kehadiran IAIN Bima tersebut pertama kali dalam sejarah setelah Indonesia merdeka, meskipun pada awal tahun 1970-an, IAIN Sunan Ampel Surabaya Cabang Bima pernah hadir namun ditutup pada tahun 1974. Kehadiran IAIN Bima itu didukung penuh oleh Wali Kota Bima Muhammad Lutfi, S.E. dan mewujudkannya dengan penyediaan lahan lokasi pembangunan intrastrukturnya. (Jurlan Em Sahoas)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP

19 Mei 2022 - 20:21 WITA

Dipantau Disdik, Kaswadi Harap Ada Perbaikan Sekolah

14 Mei 2022 - 01:02 WITA

Gelar Lomba Tadarus Cara SMPN 27 Makassar Peringati Hardiknas

13 Mei 2022 - 22:19 WITA

Cerita Ketua Ponpes Al-Haris Bangun Mesjid Dekat Pasar

3 Mei 2022 - 02:11 WITA

SMPN 27 Makassar Gelar Sholat Idul Fitri di Halaman Sekolah

2 Mei 2022 - 19:26 WITA

UPZ SMPN 27 Makassar Berbagi Zakat Fitrah

2 Mei 2022 - 18:06 WITA

Trending di Edukasi
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com