Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akhirnya memberi kelonggaran bagi pelaku usaha perfileman seperti bioskop yang sempat mati suri di masa pandemi covid-19.
Akan tetapi kelonggaran yang diberikan bukan tanpa syarat. Danny mengisyaratkan untuk melakukan penjualan tiket bioskop secara tatap muka atau offline. Namun harus merujuk pada konsep acara Makassar Recover.
“Saya bilang ikut Makassar Recover saja, namanya protokol acara. Caranya kau jaga 5 M, kau jaga antrian, dan kau kasi zoom monitoring di situ,” kata Danny Pomanto di hadapan Manager Area XXI Makassar, Rabu, 16 Juni 2021.
Danny menjelaskan untuk menekan penularan Covid-19, Pemerintah Kota Makassar bakal memonitoring setiap bioskop yang dikelola XXI.
“Saya mau dimonitor terus, kalau dia sudah sanggupi itu, lapor ke kita, kita uji coba dulu. Saya bilang harus pasang kameramu, kita monitor, kalau melanggar tidak ada ampun,” kata Danny.
Namun, untuk makan dan minum di dalam bioskop, Danny belum memperbolehkan permohonan tersebut.
“Khusus untuk makan minum saya tolak dulu, sambil kita kaji sistem protokolnya. Kalau mereka mau seperti itu kita pertimbangkan,” tutupnya.
Selama pandemi Covid-19, Cinema XXI mengikuti instruksi pemerintah daerah dengan kapasitas 50 persen dalam studio bioskop.
Penonton juga tidak diperbolehkan makan dan minum di dalam studio. Pengunjung hanya boleh mengkonsumsi makanan dan minuman di area lobby bioskop.
Selain itu, pengunjung diwajibkan melakukan transaksi pembelian tiket serta makanan dan minuman secara online.
Diketahui Makassar Recover adalah upaya atau tindakan yang dilakukan melalui protokol penanganan secara cepat dan terukur berkenaan dengan penanganan Covid-19. (*)