Dewan Minta Pemkot Tindak Tegas Usaha Wisata Anging Mamiri

  • Whatsapp
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Rahmat Taqwa Quraisy

Komisi A DPRD Kota Makassar meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pihak usaha pariwisata Anging Mamiri.

Di mana bangunan usaha pariwisata Anging Mamiri tersebut diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Rahmat Taqwa Quraisy mengatakan, persoalan Kafe Anging Mammiri yang berdiri di kawasan wisata pantai Tanjung Merdeka Anging Mammiri itu sudah dibahas sewaktu Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Makassar dengan pihak pengelola Anging Mamiri dan dan para dinas terkait.

Hasil RDP, lanjut Rahmat Taqwa, kemudian menemukan bahwa apa yang dilakukan oleh pihak pengelola usaha wisata Anging Mamiri memang telah menyalahi aturan. Selain seluruh bangunan usahanya tak mengantongi IMB, usaha Beach Stone yang juga masih bagian dari usaha wisata Anging Mamiri, juga tak memiliki perikatan perjanjian kerja sama mengenai pemanfaatan lahannya.

“Kami meminta Pemkot tegas dalam menjalankan aturan yang ada. Kami akan koordinasi ke teman-teman Satpol dan Dinas Tata Ruang, apalagi ini sudah melalui RDP. Tentunya kami menyayangkan apa yang dilakukan pihak hotel,” ucap Rahmat Taqwa, Rabu (9/6/2021)..

  Kainfolahtadam XXI Tanjungpura Bagikan Sanitasi ke Sekolah Paud

Terpisah, salah seorang pemegang saham Anging Mammiri Beach Cafe dan hotel, Andi Djamaluddin alias Om Betel mengaku bahwa bangunan gedung yang berada dalam kawasan usaha wisata Anging Mamiri yang ditempatinya tersebut, memang tak memiliki IMB. Meski sebelumnya, pihaknya pernah mengajukan permohonan IMB untuk membangun awal di atas lahan kawasan wisata yang dimaksud.

“Memang izin IMBnya tidak ada, kami sudah pernah bermohon sewaktu membangun, tetapi tidak diterbitkan oleh Pemkot dengan alasan lokasi berada dalam zona sempadan pantai (laut),” kata Betel via telepon.

Ia berharap masalah yang dialami pihaknya tidak dibesar-besarkan. Tapi, kata dia, pihaknya butuh pembinaan dari pihak terkait dalam hal ini Pemkot Makassar.

  Sinergi Subdenpom XII/2-4 Kapuas Tegakkan Disiplin Protkes 

“Tapi kalau ingin bongkar bangunan kami juga silahkan. Tapi jangan tebang pilih, bongkar itu juga semua bangunan yang berada dalam zona sempadan pantai seperti yang ada di depan Benteng Fort Rotterdam misalnya dan seterusnya. Perlu diketahui, usaha Anging Mamiri ini juga berkontribusi menciptakan lapangan kerja, jadi itu juga tolong dipertimbangkan baik-baik,” ungkap Betel.

“Jangan hanya gedung kami yang disegel atau mau dibongkar, ini kriminalisasi namanya, segel juga gedung yang lain, saya tantang Pemkot berani tidak?,” lanjut Betel.

Sebelumnya bangunan usaha wisata Anging Mammiri yang berlokasi tak jauh dari bibir Pantai Tanjung Merdeka diduga dibangun tanpa mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) sehingga bangunannya disegel oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar.

Kepala Bidang Penindakan DTRB Kota Makassar Karyadi Karsa mengatakan, bangunan yang beralamat di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate itu hingga kini belum mengantongi Dokumen IMB lantaran tata letak bangunan dianggap bermasalah.

  Danny Luncurkan Satgas Covid-19 Hunter Makassar di Lapangan Karebosi

“Kemarin waktu membangun kami sudah larang untuk tidak melanjutkan, karena bangunan itu tidak memenuhi syarat untuk diterbitkan IMBnya. Itu karena lokasi bangunannya berada dekat dengan pantai, makanya kami kemarin pasang papan penyegelan di sana,” kata Karyadi Karsa saat dikonfirmasi, Selasa 8 Juni 2021.

Hal yang sama juga diungkapkan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar. Kepala Dinas DPM- PTSP Kota Makassar Andi Bukti Djufrie melalui Kepala Bidang non Teknis Faisal Burhanuddin menegaskan jika pihaknya belum pernah mengeluarkan izin apapun terkait Kafe Anging Mamiri.

“Sampai saat ini kami belum pernah mengeluarkan izin apapun. Pernah mereka ajukan permohonan tetapi kami tidak berani terbitkan karena bangunannya dianggap bermasalah,” terang Faisal. (Thamrin/Eka)