Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Ekonomi · 8 Jan 2021 16:23 WITA

Pengusaha Anggap Kebijakan Pemkot Makassar Tebang Pilih


 Pengusaha Anggap Kebijakan Pemkot Makassar Tebang Pilih Perbesar

Para pelaku usaha industri pariwisata mengaku resah dengan adanya kebijakan pemerintah Kota Makassar yang memberlakukan pembatasan jam operasional malam beberapa pekan terakhir ini.

Lantaran sektor perekonomian di bidang kepariwisataan yang tadinya lumpuh pasca makassar ditetapkan masuk dalam zona merah penyebaran covid-19 terancam gulung tikar.

Sebab kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Kota Makassar dianggap tebang pilih dengan pelaku usaha karena dapat membunuh keberlangsungan bisnis hiburan malam.

Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar, Zulkarnain Ali Naru yang ditemui menceritakan kondisi yang ada, dimana sebanyak 4.000 tenaga kerja dibawah naungannya mengeluh soal isi perut.

“Tidak bisa bayar kost, pinjam uang di rentenir, tidak bisa bayar listrik, belum lagi biaya sekolah anak, hingga urusan perut mereka,” kata Zulkarnain ditemui seusai rapat dengar pendapat dengan DPRD kota Makassar, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga :  Apa Kabar Kasus Mark Up Sembako Covid-19 Makassar

Ditempat terpisah salah seorang pekerja malam mengungkapkan keluh kesahnya, dimana ia terancam tak berpenghasilan akibat pemberlakuan pembatasan jam operasional yang diterapkan Pemkot Makassar.

“Bingung mau ngomong apa, disisi lain kami butuh pekerjaan, butuh bayar cicilan, butuh buat makan, apalagi perantauan kayak kami ini mau bayar kontrakan juga, “ungkap pekerja malam berinisial OD, Jumat 8 Januari 2021.

Disisi lain yang mengherankan kata OD, tempat usaha lainnya seperti warkop, cafe, toko baju tetap buka siang hari tetap ramai, malahan tempat hiburan malam yang dijadikan anak tiri.

“Sebagai warga yang baik mesti ikut aturan pemerintah, herannya kenapa tempat lain buka, mall ramai kayak pasar malah dibiarkan buka, cafe dan warkop buka siang hari malah kerumunan, apa pejabat walikota tidak keliling liat liat semuanya,”cetus OD.

Baca Juga :  Wakapolda Ajak Akademisi Satukan Persepsi Penanganan Covid

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar menggelar rapat dengar pendapat kepada para pelaku usaha industri kepariwisataan khususnya hiburan malam pada Kamis 7 Januari 2021. (Rin)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

Baca Lainnya

Tarik Minat Wisata, Pemda Maros Gelar Event Bantimurung

1 Juni 2022 - 19:29 WITA

Menko Perekonomian Sampaikan Ini di Forum Silaturahmi Ulama

12 Maret 2022 - 19:23 WITA

Camat Rappocini Berencana Menata Kembali PKL

23 September 2021 - 16:53 WITA

Wali Kota Harap HIPMI Bisa Kuatkan Makassar di Segala Sektor

20 Agustus 2021 - 15:39 WITA

Maju Caketum Kadin, 6 Kadin Provinsi Kawal Arsjad ke Sulsel

25 April 2021 - 19:34 WITA

Disperindag Pantau Harga Sembako Jelang Ramadhan

1 April 2021 - 21:08 WITA

Trending di Ekonomi
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com