Menanti Akhir Cerita Kafe Dekat Sekolah yang Jualan Miras, Kasat Pol PP: Tunggu Tanggal Mainnya

  • Whatsapp

Hingga saat ini cerita polemik penjualan minuman beralkohol atau minuman keras (miras) oleh Kafe Barcode yang berlokasi dekat dari lingkup sekolahan di Makassar belum juga berakhir.

Meski sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Makassar telah melayangkan surat ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar yang pada dasarnya meminta penindakan tegas kepada pengusaha yang melanggar perda atau ketentuan aturan yang berlaku seperti Kafe Barcode.

Bacaan Lainnya

Dimana kafe tersebut hanya mengantongi izin resto tanpa mengantongi perizinan aktivitas penjualan minuman beralkohol oleh Disperindag Makassar karena letak tempat usahanya yang tidak mendukung terpenuhinya ketentuan syarat yang diatur dalam perda tentang pengawasan dan pengendalian peredaran perdagangan minuman beralkohol.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Makassar Iman Hud membenarkan jika pihaknya telah menerima surat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Makassar yang pada intinya meminta penindakan tegas terhadap pengusaha yang membandel dalam hal ini tidak mengikuti perda atau ketentuan aturan yang berlaku.

“Suratnya itu sudah ada,” ucap Iman via telepon, Sabtu (14/11/2020).

Dengan adanya surat Disperindag Makassar itu, Satpol PP selaku penegak aturan dalam hal ini perda, segera akan menindaklanjuti. Pihaknya akan gelar rapat internal terlebih dahulu membahas isi surat dari Disperindag tersebut sebelum mengambil langkah-langkah selanjutnya.

“Jadi tidak langsung turun ke lapangan. Yang jelas tunggu tanggal mainnya,” jelas Iman.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Makassar, Abdul Hamid menegaskan pihaknya belum pernah menerbitkan izin kepada Kafe Barcode sebagai tempat penjualan minuman beralkohol sekaligus izin mengedarkan minuman beralkohol.

Namun dari informasi yang didapatkan pihaknya, Kafe Barcode kabarnya diam-diam mengurus izin penjualan miras lewat lembaga OSS-BKPM via online meski ketentuan syarat yang ada tidak terpenuhi yakni keberadaan tempat usahanya yang berhadapan dengan lingkup sekolahan.

“Sampai detik ini kita tidak pernah terbitkan izin penjualan minol bagi Kafe Barcode karena terbentur oleh ketentuan syarat yang berlaku. Dimana tempat usaha penjualan minol tak boleh berada dekat dari sarana pendidikan, peribadatan dan rumah sakit. Ini kan Barcode letaknya malah langsung berhadapan sekolah,” kata Hamid.

Adanya aktivitas penjualan minol oleh Kafe Barcode yang berlokasi dekat dengan lingkup sekolahan tersebut, juga telah dibenarkan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Makassar.

Melalui Kepala Bidang Pengawasannya, Erni Arnida mengatakan minol yang ada di Kafe Barcode telah teregistrasi di BPOM. Namun, untuk teknis peredarannya itu merupakan kewenangan pihak Pemerintah dalam hal ini Pemkot Makassar yang memiliki kewenangan mengatur soal itu.

Apakah untuk penjualan minol harus mendapat izin dari pihak BPOM?, jawab Erni, BPOM tidak punya kewenangan di situ.

“Yang jelas minumannya teregistrasi di BPOM itu boleh beredar. Tapi lagi-lagi yang mengatur Pemerintah Daerah kalau di Kota Makassar,” terang Erni. (Rudi/Eka/Ahmadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *