PANGKEP — Upaya menjaga kesehatan di balik tembok pemasyarakatan terus diperkuat. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep menggencarkan edukasi kesehatan bagi warga binaan sebagai langkah preventif menekan risiko penyakit tidak menular dan menular, seperti hipertensi dan tuberkulosis (TBC).
Sabtu (17/1/2026), tenaga kesehatan Rutan Pangkep bersama peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan menyambangi langsung kamar-kamar hunian warga binaan. Pendekatan ini dipilih agar pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian.
Dalam penyuluhan tersebut, warga binaan dibekali pemahaman mengenai bahaya merokok serta dampaknya terhadap tekanan darah, kesehatan jantung, dan paru-paru. Selain itu, disampaikan pula edukasi tentang TBC, penyakit menular yang masih menjadi perhatian serius di lingkungan hunian padat.
Tak sekadar penyampaian materi, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan langsung. Mulai dari pengukuran tekanan darah, penimbangan berat badan untuk memantau potensi obesitas, hingga pemeriksaan kebersihan diri, termasuk kondisi kuku, dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan rutin.
Dokter Rutan Pangkep, Mulyadi, menegaskan bahwa kebiasaan hidup tidak sehat, terutama merokok, merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit serius.
“Merokok tidak hanya berkaitan dengan gangguan paru-paru, tetapi juga meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Karena itu, edukasi semacam ini penting untuk membangun kesadaran sejak dini,” ujarnya.
Ia berharap, melalui penyuluhan berkelanjutan, warga binaan semakin peduli terhadap kesehatan pribadi dan kebersihan lingkungan hunian. Di akhir kegiatan, Mulyadi juga mengimbau warga binaan untuk secara bertahap mengurangi kebiasaan merokok hingga berhenti sepenuhnya.
Program penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Pangkep dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif. Lebih dari sekadar pengobatan, pendekatan promotif dan preventif diharapkan dapat membekali warga binaan dengan pola hidup sehat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat. (Eka)