Direktur Ditjenpas Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan dan Gizi Warga Binaan di Lapas Narkotika Sungguminasa

Direktur Ditjenpas Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan dan Gizi Warga Binaan di Lapas Narkotika Sungguminasa.

Gowa — Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Adhayani Lubis, menekankan pentingnya standar layanan kesehatan dan pemenuhan gizi warga binaan saat melakukan kunjungan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Jumat sore, 17 Oktober 2025.

Kunjungan itu disambut Kepala Lapas, Gunawan, bersama jajaran struktural dan tim medis. Adhayani meninjau langsung dapur dan fasilitas kesehatan lapas, dua sektor yang menjadi indikator utama kualitas pembinaan.

Menurut dia, pemenuhan hak dasar warga binaan tidak boleh diperlakukan sebagai beban negara, melainkan bagian dari mandat konstitusional dan pendekatan pemasyarakatan modern.

“Gizi yang baik, lingkungan yang bersih, dan layanan kesehatan yang berkesinambungan adalah bagian dari pembinaan humanis. Ini bukan soal keringanan hukuman, tapi pemulihan martabat,” kata Adhayani.

Ia juga meminta petugas memastikan kebersihan dapur, standar penyajian makanan, dan kesiapan layanan kesehatan berjalan sesuai prosedur. Adhayani menyebut peningkatan layanan bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi juga mengurangi risiko kesehatan publik di kemudian hari.

Selain inspeksi fasilitas, dia memberi penguatan moral kepada petugas. Adhayani menekankan integritas, empati, dan profesionalisme sebagai fondasi layanan pemasyarakatan.

“Petugas lapas bukan hanya penjaga, tapi pelayan negara yang berperan dalam proses rehabilitasi manusia,” ujarnya.

Kepala Lapas Sungguminasa, Gunawan, menyatakan akan menindaklanjuti evaluasi dan arahan tersebut. Menurut dia, standar layanan yang baik berpengaruh langsung terhadap situasi keamanan dan keberhasilan pembinaan.

“Kami siap memperbaiki hal-hal teknis maupun manajerial. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pemasyarakatan adalah kerja kemanusiaan, bukan sekadar pengawasan,” katanya.

Kunjungan berakhir dengan dialog antara direktur dan pegawai lapas. Percakapan informal itu juga dipakai untuk menyerap aspirasi petugas di lapangan, terutama terkait kebutuhan sarana kesehatan dan pemenuhan bahan makanan. (Thamrin/Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Mungkin Anda Sukai
Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

error: Special Content !