Gowa — Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa di Kabupaten Gowa menggandeng mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) untuk menggelar penyuluhan HIV/AIDS bagi sekitar 60 warga binaan.
Program ini menyoroti salah satu tantangan kesehatan terbesar di lembaga pemasyarakatan. Kerentanan penghuni yang mayoritas adalah mantan pengguna narkotika, termasuk pemakai jarum suntik, terhadap risiko penularan HIV.
Sitti Salmah, dosen FKM Unhas sekaligus koordinator lapangan Yayasan Gaya Celebes Makassar, memaparkan materi mengenai cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya tes dini. Antusiasme warga binaan terlihat dari sesi diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan.
“Kegiatan ini relevan karena mayoritas penghuni adalah eks pengguna narkotika dengan risiko paparan lebih tinggi,” ujar Gunawan, Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa.
Ia menambahkan, edukasi kesehatan menjadi bekal penting agar warga binaan dapat melindungi diri sekaligus berkontribusi positif saat kembali ke masyarakat.
Upaya ini mencerminkan pergeseran strategi pembinaan di dalam lapas: tak hanya menekankan rehabilitasi mental dan spiritual, tetapi juga memperkuat kesadaran kesehatan publik. Pendekatan kolaboratif dengan akademisi dinilai penting untuk memperkecil celah penularan penyakit menular yang bisa berdampak luas di luar tembok penjara. (Eka)