Makassar — Di tengah sorotan terhadap sistem pemasyarakatan yang kerap dikaitkan dengan beban sosial, perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan yang digelar tiga hari di Lapas Kelas I Makassar menampilkan narasi berbeda: ruang hijau untuk membangun kembali disiplin, kebersamaan, dan rasa pengabdian.
Kegiatan yang resmi ditutup pada 20 September 2025 ini melibatkan warga binaan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan, termasuk delegasi aktif dari Lapas Kelas IIB Maros.
Di balik tenda dan api unggun, para peserta terlibat dalam lomba kepramukaan, diskusi kebangsaan, serta agenda pembelajaran kolektif yang menekankan pentingnya keterhubungan antara manusia, lingkungan, dan masyarakat luas.
“Perkemahan bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari dengan disiplin, kebersamaan, dan pengabdian,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran.
Dengan berakhirnya perkemahan, Maros menekankan harapan agar nilai-nilai ini dapat melampaui batas tembok pemasyarakatan, memperkuat kualitas pembinaan, dan menjadi dasar sinergi sosial di Sulawesi Selatan. (Eka)