Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut dugaan korupsi pemberian kredit jumbo kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang menyeret sejumlah bank daerah. Untuk memperkuat pembuktian, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memanggil 14 saksi dari berbagai latar belakang, mulai perbankan, konsultan, hingga pihak internal Sritex.
Pemeriksaan berlangsung pada Rabu, 3 September 2025, di Gedung Bundar Jampidsus, Jakarta.
“Tim jaksa penyidik memanggil saksi-saksi dari perbankan, konsultan, maupun internal Sritex. Keterangan ini penting untuk memperjelas konstruksi perkara,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna.
Saksi dari LPEI hingga BJB
Sejumlah nama dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) ikut diperiksa, di antaranya AS selaku Kepala Divisi Analis Risiko Bisnis (2011), IGE yang menjabat Direktur Eksekutif (2015), serta ZLH dan SS yang pernah mengurusi divisi risiko dan pembiayaan.
“Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah analisis risiko pada saat itu sesuai ketentuan atau justru menyimpang,” ujar Anang.
Dari kalangan perbankan daerah, Kejagung juga memeriksa AEP (Group Head Korporasi Bank BJB), BAR (eks Pemimpin Cabang BJB Surakarta), dan AP (staf kesekretariatan direksi 2018–2021).
“Prosedur persetujuan kredit akan ditelusuri secara detail, apakah sesuai aturan atau ada pelanggaran,” imbuhnya.
Sentuh BRI dan Konsultan
Selain BJB, penyidik turut mendalami keterangan dari pejabat Bank Rakyat Indonesia (BRI), yakni DS selaku Kepala Divisi Bisnis Umum periode 2013–2025, serta RY dan DY yang berada di divisi pembiayaan.
Tak hanya dari sisi perbankan, penyidik juga menggali aspek teknis. RML dari PT Rayon Utama Makmur, ADK dari konsultan Provalindo (penyusun feasibility study tahun 2017), hingga GPAW selaku kuasa hukum Sritex saat proses PKPU dan pailit, ikut dimintai keterangan.
“Penyidik ingin memastikan apakah kajian kelayakan usaha benar-benar objektif atau ada rekayasa untuk memuluskan kredit,” jelas Anang.
Kredit Bank Daerah Jadi Sorotan
Kasus ini menyeret sejumlah bank daerah, mulai Bank BJB, Bank DKI, hingga Bank Jateng, yang disebut memberi kredit ke Sritex tanpa prinsip kehati-hatian. Dugaan korupsi ini tengah disidik dengan tersangka ISL dan kawan-kawan.
“Semua keterangan saksi menjadi kunci dalam menuntaskan perkara. Kami memastikan pertanggungjawaban hukum ditegakkan secara adil,” pungkas Anang. (Eka)