Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Sungguminasa kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat menjalani pidana, melainkan juga sebagai pusat transformasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Melalui pelatihan pembuatan sofa yang digelar Selasa (2/9/2025), sebanyak 20 WBP dibekali keterampilan praktis yang diharapkan menjadi modal penting saat mereka kembali ke masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung di area kegiatan kerja ini menghadirkan instruktur profesional dari luar lapas dengan pengalaman panjang di bidang produksi sofa. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar konstruksi, pemilihan bahan, hingga proses finishing, sebelum akhirnya peserta terjun langsung mempraktikkan pembuatan sofa.
Pembina kegiatan kerja, Bakri, menekankan bahwa pembekalan keterampilan seperti ini menjadi strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian WBP.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga membawa pulang keterampilan yang bisa diandalkan sebagai sumber penghidupan,” ujarnya.

Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen lembaga dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek paling mendasar dari reintegrasi sosial yaitu kemandirian ekonomi.
“Program ini bukan sekadar mengisi waktu, melainkan menciptakan jembatan antara masa pembinaan dengan kehidupan setelah bebas. Kami akan terus menghadirkan pelatihan yang variatif agar WBP memiliki daya saing ketika kembali ke masyarakat,” tutur Gunawan.
Program semacam ini menegaskan pergeseran paradigma pemasyarakatan di Indonesia, dari sekadar tempat hukuman menuju ruang pembinaan yang menghasilkan individu baru, berdaya, dan siap berkontribusi. Lapas Narkotika Sungguminasa pun menjadi contoh bagaimana kerja pemasyarakatan dapat diartikulasikan menjadi investasi sosial jangka panjang. (Eka)