Sorak gembira terdengar dari lapangan Lapas Kelas IIB Maros. Sinar matahari sore menyapa ketika warga binaan bergantian menutup rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Selama sepekan, dinding-dinding Lapas menjadi saksi semangat para warga binaan yang menyalurkan energi melalui olahraga dan seni. Futsal, voli, dan tenis meja memacu keringat dan tawa.
Di panggung kecil, lantunan lagu, puisi, hingga cerdas cermat menghadirkan suasana berbeda, akrab, penuh ekspresi, dan jauh dari kesan keterkungkungan.
Porseni ini bukan sekadar perlombaan. Ia menjadi ruang kebersamaan, tempat mengasah bakat, menumbuhkan sportivitas, dan menguatkan solidaritas. Hadiah dan penghargaan memang ada, tetapi senyum lepas dan kebanggaan karena berani tampil jauh lebih berharga.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, menuturkan harapannya. “Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga bekal bagi warga binaan. Kami ingin mereka membawa semangat ini ketika kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Penutupan Porseni meninggalkan kesan mendalam. Ada hangatnya persaudaraan, ada riuh kebersamaan, dan ada secercah harapan baru. Di balik tembok tinggi itu, warga binaan menemukan cara sederhana untuk merayakan kemerdekaan: dengan berkarya, berolahraga, dan bergembira bersama. (Eka)